loading...
Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Nasib apes menimpa Mbah Sri Kumiah (70), asal Dukuh Ngringin, Kebonromo, Ngrampal. Ia harus menanggung duka menjelang hari raya Idul Adha, Selasa (21/8/2018).

Sepulang jualan nasi di pasar Selasa (21/8/2018), nenek malang itu langsung syok melihat rumahnya dilalap kobaran api. Kebakaran yang diduga berasal dari rembetan kayu bakar di tungku dapur nenek itu bahkan nyaris melenyapkan tempat tinggalnya.

Beruntung, ia masih dinaungi keberuntungan lantaran kebakaran hebat berhasil dicegah. Data di lapangan, kebakaran terjadi 08.00 WIB.

Api kali pertama diketahui tetangga korban, Sri Utami (60). Saat itu ia curiga melihat kepulan asap dan kobaran api membumbung dari bagian belakang rumah korban

Baca Juga :  Update Corona Sragen 27 Mei, Kurva Kian Melandai, Tinggal 9 Warga Positif Yang Dirawat. PDP Sembuh Tambah 4 Jadi 40, 16 Meninggal Dunia

Sementara, pemilik rumah Sri Kumiah (70) sudah berangkat ke pasar untuk berjualan nasi sejak pukul 06.00 WIB.

“ Api diduga berasal dari rembetan kayu bakar dari tungku memasak mbah Kumiah yang tidak mati sepenuhnya. Api kemudian merembet ke kayu bakar yang berada tak jauh dari tungku dapur, kemudian menyambar dinding dapur yang terbuat dari kayu,“ kata Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Kakek 70 Tahun PDP Corona Kembali Meninggal Dunia. Berasal dari Sambungmacan, Jadi Korban Meninggal ke-18

Melihat api yang tak wajar tersebut, saksi dan tetangga langsung berteriak minta tolong.  Warga langsung berhamburan membantu pemadaman. Tak lama berselang mobil pemadam juga datang melakukan pemadaman. Setelah berjibaku hampir satu jam, api berhasil dijinakkan.

Namun sebagian rumah Mbah Sri, sudah hangus jadi abu. Kapolsek menambahkan akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 6 juta.

“Taksiran kerugian hingga jutaan rupiah, namun masih beruntung karena kebakaran ini tak sampai menimbulkan korban jiwa, “ pungkas Kapolsek. Wardoyo