loading...
Tim identifikasi Polres Sragen dan Kapolsek Miri saat olah TKP dan mengevakuasi jasad yang ditemukan hangus terbakar di kebun jati Gilirejo, Miri, Kamis (16/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga Desa Gilirejo, Miri digemparkan dengan penemuan seorang warga setempat yang tewas dalam kondisi hangus terbakar. Korban yang diketahui bernama Sugiman (80) asal Dukuh Bangoan RT 10, Gilirejo, Miri itu ditemukan tewas terbakar di ladang jati Dukuh Pringapus RT 14, Gilirejo.

Penemuan mayat hangus itu terjadi pukul 11.00 WIB. Kakek malang yang berprofesi sebagai petani itu ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi tubuh penuh luka bakar.

Data yang dihinmpun di lapangan, jasad korban kali pertama ditemukan Jumiyen (50) tetangga korban. Awalnya Jumiyem kaget mendapat laporan dari tetangganya, Yanto (60) bahwa ladang jatinya terbakar.

Baca Juga :  Kreatif di Tengah Pandemi, Karang Taruna di Kedungwaduk Sragen Kompak Sulap Lapangan Voli dan Sejumlah Pekarangan Jadi Lahan Sayuran. Ditanami Berbagai Sayur, Hasilnya Dibagikan untuk Warga

Saat mengecek ke ladang, ia justru dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah terbujur kaku dalam kondisi hangus. Saat ditemukan pertama kali, jasad korban keadaan dalam posisi terlentang, telanjang dada, di tengah bekas ladang jati yang telah terbakar.

Foto/Wardoyo

Kondisi jasadnya nyaris tak bisa dikenali lantaran sudah lonyot bekas dilalap kobaran api. Mendapati itu, saksi langsung histeris dan meminta tolong ke warga.

Tak lama kemudian, Kades Parjo langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek yang ditindaklanjuti dengan olah TKP.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin menyampaikan korban diduga tewas akibat gagal menyelamatkan diri saat api membakar ladang jati.

Baca Juga :  Daftar Terbaru Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia Yang Mulai Terapkan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19. Ternyata Tak Ada Nama Jawa Tengah, Sragen, Solo dan Karanganyar!

Korban sebelumnya juga diketahui sempat membakar sampah di ladangnya sebelum kemudian terjebak dalam kobaran api. Dari lokasi kejadian, tim mengamankan sandal, cangkul, sabit yang diduga milik korban.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polres Sragen pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan atau penganiayaan. Kemudian dari keterangan keluarga korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban langsung kita serahkan ke kerabat untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo