loading...

Para pelamar kerja saat mendatangi salah satu stand perusahaan di Job Fair Sragen 2018, Rabu (29/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ribuan pencari kerja dari berbagai wilayah di Sragen berburu lowongan di Job Fair Sragen 2018, Rabu (29/8/2018). Sebanyak 33 perusahaan dari berbagai sektor di wilayah Soloraya dan sekitarnya membuka sedikitnya 7.000 lowongan untuk berbagai sektor pekerjaan.

Job Fair digelar di Gedung Kartini Sragen dan resmi dibuka oleh Wabup Sragen, Dedy Endriyatno. Perusahaan yang terlibat mulai dari skala regional hingga nasional bahkan lowongan kerja di luar negeri.

Kepala Diskaner Sragen, Pujiyatmoko mengatakan tujuan Job Fair adalah mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan pengguna tenaga kerja dengan pencari kerja, terkait dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Lewat Job Fair diharapkan mampu menyerap sebanyak mungkin calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi sehingga diharapkan di Kabupaten Sragen terbentuk iklim sosial, ekonomi dan budaya yang mendukung produktivitas tenaga kerja sehingga dapat hidup layak, berkualitas dan sejahtera.

“Sasarannya angkatan kerja usia produktif yang belum bekerja, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Sragen,” paparnya kepada wartawan Rabu (29/8/2018).

Job fair diikuti oleh 33 perusahaan

dengan jumlah lowongan mencapai 7.000 lowongan. Sedangkan target pencari kerja yang terdaftar sejumlah 10.000 dengan target penempatan sejumlah 6000 pencaker.

Loading...

Sementara, Wabup Dedy Endriyatno mengatakan Job Fair 2017 cukup efektif, setidaknya menumbukan 10.703 lapangan pekerjaan, bahkan 85 persennya lapangan kerja baru.

Disinggung Job Fair 2017 dari sembilan ribuan lowongan kerja hanya 400 warga Sragen yang terserap dilapangan kerja baru, Dedy menyampaikan pentingnya sosialisasi ke masyarakat.

Pihaknya berharap media dapat menyebarluaskan keberadaan lowongan kerja ini kepada warganya. Dedy juga yakin Sumber Daya Manusia (SDM) dari Sragen tidak kalah dengan daerah lain. Pihaknya juga mendorong warga untuk berwirausaha, pemkab pun siap membantu permodalan dalam program pemberdayaan masyarakat.

Tak hanya itu Pemda juga membuka luas investasi dan industri di Sragen untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Menurutnya kunci keberhasilan hanya warga sendiri dengan merubah mindset masyarakat agar tidak memeliki mental miskin. Wardoyo

 

Loading...