loading...
Loading...

Jika beranggapan bahwa untuk mengendalikan berat badan bisa digantungkan dengan kafein, hal itu ternyata salah. Kafein bukan penekan nafsu makan yang efektif, bahkan tidak membantu menurunkan berat badan. Itu merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics edisi Juli 2018.

Penelitian melibatkan 50 orang dewasa yang sehat, berusia 18 hingga 50 tahun. Para peneliti menemukan bahwa setelah para sukarelawan meminum jus dengan sedikit tambahan kafein (setara dengan kafein dalam sekitar 4 ons kopi), mereka makan 10 persen lebih sedikit (70 kalori lebih sedikit) di sarapan prasmanan daripada setelah mereka tidak kafein.

Baca Juga :  Ternyata Herbal Hanya Bisa Mencegah Kanker Bukan Mengobati, Ini Penjelasannya

Tetapi, pengurangan makan ini tidak berlanjut sepanjang hari, dan para peserta mengambil porsi makan lebih banyak untuk menebus makan yang lebih ringan saat sarapan.

Kafein? Secukupnya Saja
Para peneliti juga menemukan bahwa kafein tidak mempengaruhi bagaimana partisipan merasakan nafsu makan mereka. Dan indeks massa tubuh (BMI – perkiraan lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan) pun tidak berpengaruh pada bagaimana kafein mempengaruhi nafsu makan atau berapa banyak orang makan.

“Kafein sering ditambahkan pada suplemen diet dengan klaim bahwa itu menekan nafsu makan dan memfasilitasi penurunan berat badan,” kata peneliti utama Leah Panek-Shirley. Panek Shirley adalah asisten profesor di Universitas Negeri New York di departemen olahraga dan ilmu gizi Buffalo.

Baca Juga :  Cegah Diabetes, Ganti Nasi dengan Sego Jagung, Ini Keunggulannya

“Penelitian sebelumnya telah berspekulasi bahwa kafein mempengaruhi bahan kimia otak yang menekan nafsu makan. Selain itu, bukti epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi kafein reguler memiliki indeks massa tubuh lebih rendah [BMI] daripada mereka yang tidak mengkonsumsinya,” kata Panek-Shirley dalam rilis jurnal tersebut.

Rekan penulis studi Carol DeNysschen adalah ketua departemen kesehatan, nutrisi, dan dietetika di SUNY Buffalo. “Studi tentang kafein ini memperkuat pentingnya kebiasaan makan yang baik dan tidak bergantung pada bantuan penurun berat badan yang tidak didukung atau praktik tidak sehat,” katanya.

www.tempo.co

Loading...