loading...
Suasana rumah duka/Tribunnews

Rumah di Jalan Solo  7, Santan, Maguwoharjo,  Sleman itu tampak meruapkan suasana duka, Minggu (12/8/2018). Cukup banyak karangan bunga di beberapa sudut sebagai ungkapan duka cita.

Itulah kediaman BRay Hj Sri Hardhani Hadikusumo yang merupakan kakak ipar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang meninggal karena sakit.

Para pelayat pun silih berganti berdatangan, baik dari rekan, anggota Pramuka, tetangga maupun keluarga  Keraton.

BRay Hj Sri Hardhani Hadikusumo yang merupakan istri dari GBPH Hadikusumo, selama hidupnya banyak mengabdikan diri dalam bidang Pramuka, dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarnas di tahun 2008-2013.

Baca Juga :  Yogyakarta Bakal Terapkan New Normal Juli 2020, Ini Sejumlah Aturannya

Wigit Adi Sasoko, yang merupakan keponakan dari BRay Hj Sri Hardhani Hadikusumo, menerangkan sudah tiga bulan yang lalu Sri Hardhani mengalami sakit gagal ginjal.

Dia menerangkan bahwa sebelumnya keadaan Sri Hardhani sempat membaik.

“Sakit sudah tiga bulan lalu, gagal ginjal. Sempat dirawat di Panti Rapih. Namun sejak 4 hari lalu setelah cuci darah drop. Kemudian pada Kamisnya mulai membaik. Jumat tambah baik. Namun di hari Sabtu pagi drop lagi dan meningal pukul 11.00 WIB,” terangnya.

Baca Juga :  Guru Besar Hukum UII Yogyakarta Diteror. Gara-gara Akan Isi Diskusi Hukum Tata Negara Soal Pemberhentian Presiden

Wigit menjelaskan, sebelumnya tidak mengira bahwa Sri Hardhani meninggal begitu cepat.

“Tidak ada pesan, saya juga tidak mengira beliau begitu cepat meninggal dunia. Saya pikir sudah membaik pada hari sebelumnya,” terangnya.

Sri Hardhani meninggal di usia 66 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Imogiri siang ini pukul 13.00 WIB. #Tribunnews