loading...
Loading...
Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi saat menyampaikan khutbah idul adha di Lapangan Kota Barat, Solo, Rabu (22/8/2018). Foto : asa

SOLO-Dalam kehidupan berbangsa, untuk mencapai cita-cita luhur bangsa diperlukan orag-orang yang ikhlas berkurban. Hanya dengan pengorbanan yang dilakukan oeh para pemimpin dan rakyatnya, suatu bangsa dapat meraih cita-citanya.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa diperlukan keutuhan dan mau berkurban semua elemen bangsa. Dibutuhkan keutuhan dan kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya, yang benar-benar bertakwa, berwatak mulia, memiliki sifat mandiri, istiqomah, jujur, mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan diri sendiri, dan tak kalah pentingnya ikhlas berkurban.

Itulah diantara inti khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Sofyan Anif di depan jemaah di Lapangan Kota Barat, Solo, Rabu (22/8/2018). “Semua sifat-sifat tersebut di atas sudah ditunjukkan oleh Nabiyullah Ibrahim ketika menerima ujian dan perintah dari Allah SWT. Sifat dan karakter Nabi Ibrahim itulah yang harus kita tiru jika kita ingin menyelesaikan persoalan bangsa,” kata Sofyan Anif yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut.

Lebih jauh Sofyan Anif menyebut, berkurban punya hikmah yang sangat fundammental bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. “Berbagai bencana yang melanda, terjadinya krisis moral yang berkepanjangan, tingginya nilai rupiah terhadap dola AS, menurunnya rasa percaya diri bangsa, dan rendahnya kepercayaan kepemimpinan bangsa, hendaklah jangan dianggap semata-mata sebagai ujian dari Allah kepada bangsa kita. Tetapi hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk menginstrospeksi perilaku kita yang cenderung kurang ikhlas dalam melakukan pengurbanan,” pesannya.

Baca Juga :  Deklarasi Hak Anak, Puncak Peringatan Ditandai dengan Peresmian Monumen Konvensi Hak Anak

Di hadapan jemaah Sholat Idul Adha, Sofyan Anif mengajak para hadirin untuk meneladani sifat Nabi Ibrahim. “Berkurban adalah memberikan miliknya yang terbaik dan paling berharga untuk kemaslahatan umum atau mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri. Dan nilai pengurbanan ditentukan oleh keikhlasan,” paparnya.

Disampaikan Sofyan Anif, cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai kedaulatan, keadilan sosial, demokratis dan sejahtera lahir batin tidak akan datang dengan sendirinya tanpa didukung ruh keimanan yang kuat dan semangat pengorbanan yang utuh dari setiap warga. “Hal itu identik dengan cita-cita Nabi Ibrahim ketika mendirikan dan membangun Kota Mekah. Sehingga enjadi daerah yang makmur,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Kelahiran Cucu Presiden Jokowi, Didampingi Gibran dan Iriana Jokowi, Selvi Ananda Masuk RS PKU Muhammadiyah Solo Lewat Pintu Utara

Sofyan Anif juga menyinggung bahwa hidup yang bermakna di sisi Allah SWT adalah hidup yang tidak pernah sepi dari pengabdian dan pengorbanan. Baik pengorbanan seorang ibu untuk anaknya, pengorbanan seorang ayah untuk keluarganya, pengorbanan seorang warga untuk negaranya, pengorbanan seorang pemimpin untuk rakyatnya.

“Namun harus diakui, nilai-nilai pengorbanan itu seringkali hilang dan luntur dari jiwa kita. Pengorbanan seringkali hanya diukur dari harta, kedudukan dan kekuasaan. Tidak lagi dari watak dan akhlak. Untuk itulah Hari Raya Kurban kita jadikan sebagai momentum mengingatkan kita kembali akan keihklasan berkurban dengan sepenuh jiwa dan watak akhlak kita,” kata Sofyan.

Sholat idul adha di Lapangan Kota Barat diikuti ribuan jemaah sehingga mereka memenuhi lapangan. Selain bertindak sebagai khotib, Sofyan Anif juga memimpin sholat sebagai imam. (Syahirul)

Loading...