loading...
Loading...
Humas UNS

SOLO– Tiga mahasiswa FIB UNS Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) antaralain Bayu Aji Prasetya (Sastra Indonesia 2016), Siti Muldiatun Nasikhah (Sastra Indonesia 2016), Dwi Apri Kurniawan (Sastra Indonesia 2017) berhasil menyulap baju bekas menjadi tas. Berawal dari keprihatinan terhadap keberadaan limbah kain yang susah terurai di lingkungan masyarakat, tiga mahasiswa FIB UNS tersebut membuat ide bisnis Tas Serut yakni “Tas Baju Cantik (TBC)” dengan memanfaatkan limbah baju bekas sebagai upaya meminimalisir keberadaan limbah kain.

Melalui sarana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNS 2018, mereka mengolah limbah kain berupa baju bekas untuk dikreasikan melalui daur ulang menjadi barang bernilai jual tinggi. Menurut Bayu, pemanfaatan limbah kain di masyarakat umumnya hanya sebatas untuk keset atau lap, dan belum berpikir untuk memanfaatkannya sebagai barang daur ulang bernilai jual tinggi.

Baca Juga :  UNS Jadi Tuan Rumah Bimtek Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi

“Masyarakat biasanya memanfaatkan kain atau baju bekas sebatas sebagai keset atau lap, bahkan masyarakat kelas atas biasanya baju bekas langsung dibuang begitu saja,” tuturnya, Sabtu (11/8/2018).

Humas UNS

Bayu berpendapat, hasil produk berupa tas serut yang diberi nama TBC itu. selain memiliki nilai jual yang tinggi, juga cocok untuk dibawa berpergian kemanapun, sebab bentuknya yang simpel dan tidak terlalu besar ukurannya. Produk tas ini juga memiliki ciri khas yaitu mempertahankan desain asli baju.

“Keunggulan produk kami dibanding produk sejenis yang lainnya yaitu dari segi desain, karena produk TBC ini mempertahankan desain asli baju, yakni masih ada kancingnya, kerahnya, dan sakunya yang menjadi ciri khas produk ini dan tidak dimiliki produk lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Selvi Ananda Melahirkan, Jokowi Langsung Terbang ke Solo Tengok Cucu ketiganya

Bayu menambahkan, dengan penambahan lapisan furing di lapisan dalam tas, membuat TBC ini nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Karena sudah dilapisi dengan furing kekuatannya bakal dua kali lipat dari tas yang tidak ada furingnya,” tukas Bayu.

Bersama dengan timnya, Bayu berharap produk Tas Baju Cantik (TBC) ini dapat dikenal masyarakat luas dan mampu bersaing dengan produk-produk serupa. Selain itu, Ia berharap kedepannya bisa mengembangkan produk menjadi berbagai macam bentuk dan jenis, bukan hanya berupa tas.

“Kami ingin tetap memprioritaskan dari segi ramah lingkungan, karena kami memanfaatkan bahan-bahan dari baju dan kain bekas agar meminimalisir limbah kain yang ada di Indonesia,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...