loading...
Penyerahan bibit beringin dari Dinas Lingkungan Hidup kepada warga Wonogiri.

WONOGIRI-Sutiyono Kasi Pembinaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri mengatakan, masyarakat hendaknya peduli dan berperan serta dalam melestarikan dan melindungi sumber air beserta lingkungannya atau konservasi sumber daya air terhadap kerusakan atau gangguan yang di sebabkan oleh daya alam maupun tindakan manusia.

”Maksud dan tujuan konservasi sumber daya air ini adalah memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan ekosistem, sehingga daya dukung produktifitas dan peranannya dalam mendukung system penyangga kehidupan tetap terjaga,” kata dia, Kamis (2/8/2018).

Baca Juga :  Catat, Segini Jumlah Penerima Bantuan Pangan Pemprov Jateng di Kecamatan Slogohimo Wonogiri

Konservasi sumber daya air berfungsi, menurunkan jumlah aliran air di permukaan tanah. Sekaligus meningkatkan jumlah air yang tersimpan dalam tanah. Yang terpenting bisa mengendalikan daya rusak aliran permukaan dan memperbaiki kualitas aliran permukaan.

Sementara itu menurut M. Muslik Kasi Sengketa Lingkungan Hidup, berujar terkait hal itu sudah ada regulasi yang mengatur. Yakni Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

”Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya merupakan tanggungjawab dan kewajiban masyarakat, ini didasari oleh Pasal 4 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990,” ujar dia.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Rapid Test Corona di Pasar dan Swalayan di Wonogiri Semuanya Non Reaktif

Dia menjelaskan, upaya konservasi bisa dilakukan masyarakat dengan cara mempertahankan, merehabilitasi, dan meningkatkan daya guna lahan.

Dia mengingatkan, kerusakan lingkungan hidup, sering terjadi akibat ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya alam demi kepentingan pribadi. Jika proses perusakan unsur-unsur lingkungan hidup tersebut terus menerus dibiarkan berlangsung, maka kualitas lingkungan hidup akan semakin menurun. Aris Arianto