loading...
Loading...
Dinding tangga antara lantai satu dan dua Pasar Sumberlawang sudah retak memanjang ke bawah. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Puluhan pedagang di Pasar Sumberlawang resah dan cemas dengan kondisi bangunan yang sudah amburadul. Pasalnya pasar yang dibangun dengan dana Rp 13,7 miliar dan baru diresmikan Maret 2018 itu kini sudah dipenuhi retakan di bagian beton dan dinding.

Tidak hanya itu, retakan juga terjadi di sepanjang sambungan cor dan di dinding setiap tangga. Pedagang juga mengeluhkan kondisi lantai dua yang bocor sehingga membanjiri pedagang di lantai satu.

“Lihat ini lantainya sudah pecah-pecah padahal baru diresmikan bupati 15 Maret 2018 dan kita tempati empat bulan. Dindingnya juga sudah retak banyak sekali. Hampir di sepanjang gang antar kios dan blok, lantainya sudah pecah. Saya juga heran apa dulu masangnya enggak pakai semen kok bisa retak dindingnya begini, ” ujar Dwi (38) salah satu pedagang asal Cepoko Sumberlawang di kios snack lantai satu Selasa (7/8/2018).

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Tabrak Lari di Ngrampal Sragen, 2 Korban Tewas Ternyata Digasak Mobil Tak Dikenal. Identitas Pembonceng Belum Ditemukan 

Ia juga mengeluhkan kondisi atap lantai satu yang bocor. Buruknya pipa saluran pembuangan dari lantai dua, memicu air pencucian dari kios ikan dan daging di lantai dua akhirnya bocor ke kios di lantai satu.

“Hampir tiap hari kami kebocoran air dari atas. Padahal air bekas ikan dan daging, baunya. Harusnya memang pipanya pembuangan tidak digantung begitu. Ketika bocor akhirnya merugikan yang kios di bawah kena bocorannya, ” urainya.

Lantai keramik di gang antar kios di lantai satu sudah retak dan ambrol. Foto/Wardoyo

Pedagang lain, Suroto (55) asal Hadiluwih Sumberlawang juga mempertanyakan kualitas bangunan yang dikerjakan dengan dana APBD 2017 senilai Rp 13,7 miliar itu. Sebab selain dinding sudah retak dan pembuangan bocor, banyak bangunan beton pilar juga sudah retak.

Menurutnya jika tidak segera diperbaiki,  hal itu bisa membahayakan keselamatan pedagang lantaran pasar bisa ambruk.

Baca Juga :  Bagian (2) Menguak Mitos Mengerikan di Kampung Anti Sinden Singomodo Jenar Sragen. Penggarap Tanah Tiba-tiba Sekarat Sampai Mobil Rombongan Santri Mendadak Kempes 4 Ban 

“Kekhawatirane nanti pasar bisa ambleg kalau kayak begini. Bayangkan baru empat bulan saja, tiang betonnya juga retak. Kalau dindingnya retak mungkin bisa ditambal, lha ini beton dan tiangnya yang retak, siapa enggak khawatir kalau makin lama bisa ambrol, ” tukasnya.

Derita juga dirasakan pedagang di kios lantai dua. Mereka mengeluhkan bangunan yang juga sudah retak dan bocornya saluran pembuangan sehingga memicu banjir jika hujan turun.

“Kemarin hujan sekali hanya satu jam, kios di deretan pakaian di lantai atas sudah jadi kolam. Penyebabnya pipa talang pembuangan air itu terlalu kecil sehingga air mambat dan meluber nggak kuat nampung, ” tutur Sunarni (66) pedagang baju di lantai dua.

Bangunan beton tiang juga dipenuhi retakan dan pecah-pecah. Foto/Wardoyo

Sugiyanti, pedagang di lantai dua berharap pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan mengecek lokasi agar kerusakan segera diperbaiki. Sebab kondisi bangunan pasar saat ini sudah retak dan bocor sehingga sangat mengganggu dan membahayakan.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Tabrak Lari di Bener Ngrampal Sragen. Dua Orang Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Nyaris Tak Bisa Dikenali, Motornya Ringsek

“Gimana mau ada pembeli, kemarin hujan sebentar saja sudah banjir. Bahkan kemarin pembelinya juga ikut mbantu ngepel. Sebagian kios ini sudah ditinggikan sendiri oleh pemilknya, takut kebanjiran lagi, ” terangnya.

Terpisah Kepala UPTD Pasar Sumberlawang, Wibiyanto menyampaikan sudah menerima laporan dan mengecek kondisi retak dan bocor. Menurutnya saat ini proyek masih dalam rentang masa pemeliharaan sehingga tanggungjawab perbaikan ada di pihak rekanan.

Ia menyebut hal itu sudah dilaporkan ke dinas dan rekanan agar segera diperbaiki di masa pemeliharaan.

“Kalau enggak salah masa pemeliharaannya sampai bulan depan. Makanya harapan kami segera diperbaiki, ” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...