loading...
Aktifitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Pracimantoro, Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Permintaan pengiriman ternak sapi dari Wonogiri mengalami peningkatan, sejak sebulan terakhir ini. Terlebih ketika mendekati Hari Raya Kurban.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, tercatat dalam kurun waktu sepekan belakangan ini, hampir 3000 ekor sapi dikirim keluar Wonogiri. Tujuan utamanya adalah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Perinciannya sapi 2.170 ekor, kambing total 7.583 ekor, dan domba 50 ekor. Semua hewan yang dikirim dalam kondisi siap potong

Baca Juga :  Supaya Aman Bertugas, Tenaga Medis Wajib Terpenuhi Kebutuhan APD-nya

“Hampir satu bulan ini mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yang hanya berada di angka 2000 ekor sapi terkirim, ada peningkatan sekitar 50 persen,“ kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dislapernak Wonogiri, Sutardi, Selasa (14/8/2018).

Dia menerangkan, sapi-sapi yang dikirim dari Wonogiri tersebut untuk memenuhi ketersedian daging di wilayah DKI, Jabar, dan daerah lainnya. Khususnya memasok kebutuhan hewan kurban.

Baca Juga :  Kasus Positif Corona di Wonogiri Bertambah 2 Total Jadi 12, Pasien Kasus Baru Jalani Isolasi Mandiri di Rumahnya Lantaran Kondisi Fisiknya Bagus

Ketiga daerah itu pula yang selama ini menjadi tujuan utama pengiriman sapi asal Wonogiri. Menurut dia, sapi asal Wonogiri memiliki daging yang tebal namun cukup minim lemaknya.
Dia menyebut, permintaan sapi juga meningkat pada musim kurban tahun-tahun sebelumnya.

Jenis sapi yang dikirim berjenis Simental dan Limousine maupun Peranakan Ongole (PO). Biasanya sapi mempunyai berat perekornya minimal 400 kg. Aris Arianto