loading...
Loading...
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono (kiri) saat mengecek arus mudik di Tol Soker Sragen didampingi Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman (kanan). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Laporan dugaan kecurangan dan jor-joran suap dalam proses seleksi perangkat desa (Perdes) di 192 desa di Sragen, dikabarkan langsung menuai respon positif dari Polda Jateng. Tim Polda dikabarkan diam-diam sudah menerjunkan tim untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan menggali data di lapangan.

Kabar tersebut terungkap dari keterangan beberapa tokoh di sejumlah desa yang masuk daftar dilaporkan indikasi kecurangan.

“Iya, memang sudah ada beberapa orang yang ditanyai soal indikasi permainan dan kecurangan di penjaringan Perdes di beberapa desa di Karangmalang kemarin. Tapi baru sebatas dimintai data dan ditanya-tanya non formal saja. Dengar-dengar dari Intel Polda,” ujar Agus, salah satu tokoh di Karangmalang kepada wartawan, Rabu (22/8/2018).

Baca Juga :  Spektakuler, 24 Dalang Kondang Sragen Tampil Nonstop 24 Jam Meriahkan Hari Wayang Sedunia. Ketua Pepadi Jateng Berharap Wayang Makin Dicintai Masyarakat

Kabar itu tak ditampik oleh Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman. Ditemui saat mengecek kesiapan 4 ekor sapi untuk kurban di Mapolres Rabu (22/8/2018), Kapolres membenarkan memang Polda sudah berkoordinasi dengan Polres untuk menindaklanjuti laporan yang dilayangkan sejumlah aktivis dan relawan keadilan Sragen terkait proses seleksi Perdes.

Baca Juga :  Lantik 163 Kades, Bupati Kelahiran Sragen Ini Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa! 

Ia juga menyampaikan terkait laporan indikasi kecurangan dan jor-joran suap dalam seleksi Perdes, Polda dimungkinkan berkoordinasi soal data-data yang diperlukan.

Sementara, Polres sendiri saat ini juga tengah mengintensifkan penyelidikan terhadap sejumlah aduan dan laporan serupa yang masuk dari beberapa desa.

“Nggak masalah, Polda gerak, kami juga jalan. Karena mungkin obyek yang diadukan dan dilaporkan beda modus. Karena dalam kasus ini kan banyak jalur dan modusnya. Ada yang kemudian diadukan dugaan manipulasi penilaian, kecurangan nilai, dan indikasi suap. Tinggal mana yang mengarah dan terpenuhi unsurnya,” terang AKBP Arif.

Baca Juga :  Cabuli 2 Balita di TPQ, Warga Kauman Dibekuk Polisi. Modusnya Iming-imingi Jajan, Dipangku Lalu Digitukan 

Ia menegaskan sekalipun beberapa desa yang dilaporkan itu sudah merampungkan pelantikan Perdes yang terpilih, hal itu tak menghalangi proses penanganan laporan secara hukum yang masuk ke kepolisian.

“Nggak masalah sudah dilantik. Kami penyelidikan tetap berjalan. Tunggu saja perkembangannya,” tegasnya. Wardoyo

 

Loading...