loading...
Penanaman semangka tanpa biji di Selogiri.

WONOGIRI-Target upaya khusus padi jagung kedelai (Upsus Pajale) Wonogiri telah tercapai 98 persen. Sementara pemerintah menggelontorkan bantuan bibit 130 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan mengatakan, sasaran Upsus Pajale pada 2018 ini seluas 80.708 hektare. Hingga Mei kemarin sudah mencapai 79.610 hektare. Sehingga capaian di perkirakan mencapai 98,64 persen.

Baca Juga :  Ternyata Penyemprotan Disinfektan di Wonogiri Tidak Dihentikan. Kendati Libur Lebaran Upaya Memutus Penyebaran Virus Corona Itu Masih Berlanjut

“Produksi sampai Juni mencapai 320.549 ton,” kata dia, Sabtu (25/8/2018).

Dia menerangkan, produksi gabah kering giling mencapai 3.255 ton. Kemudian potensi khususnya pada Agustus seluas 3.915 hektare dan potensi di September sebesar 2.110 hektare.

“Untuk mendorong komoditas pangan lainnya, Pemkab mengembangkan agrobis holtikultura, pada 2018 mendapat bantuan bawang merah 80 hektare dan cabe besar 50 hektare. Setiap hektarnya mendapat bantuan Rp 30 juta,” jelas dia.

Baca Juga :  Catat, Segini Jumlah Penerima Sekaligus Anggaran BLTDD Tahap Pertama di Wonogiri

Selain itu, Pemkab juga mengembangkan tanaman lainnya. Misalnya melon, semangka, dan tanaman tahunan klengkeng dan jeruk keprok.

“Secara teknis bantuan alat pertanian diberikan kembali kepada para gapoktan mengingat besarnya lahan pertanian di Wonogiri,” sebut dia. Aris Arianto