JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Asusila Siswa SD di Puro Sragen Ke Semua Teman Siswinya, Ternyata Sudah Dilakukan 3 Tahun Sejak Kelas II. Pelaku Sempat Nangis Saat Diinterogasi 

Ilustrasi siswi SD korban pencabulan
Ilustrasi siswi SD korban pencabulan

SRAGEN- Aksi pelecehan seksual mengarah pencabulan yang dilakukan siswa kelas V di sebuah SDN di Desa Puro, Karangmalang berinisial AL (11) sungguh memprihatinkan. Tidak hanya dilakukan terhadap semua siswi teman sekelasnya, ternyata aksi tak senonoh itu juga sudah berlangsung hampir tiga tahun.

Para korban mengaku terpaksa diam lantaran takut dengan perangai pelaku yang sok jagoan di dalam kelas. Bahkan kadang siswa bengal itu juga tak segan menggertak atau mengancam jika kemauanya tak dituruti.

“Ternyata dari para korban, mengaku sudah sering digitukan (dipegangi alat vitalnya) sejak kelas 2. Sekarang sudah kelas 5, berarti sudah berjalan tiga tahun. Anak saya juga bilang pelaku melakukan seperti itu sudah sejak kelas 2,” ujar AY (48) salah satu orangtua korban ditemui di rumahnya di Puro,Karangmalang, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Ia menduga selain takut, para siswi memilih diam lantaran belum menyadari jika perbuatan pelaku itu termasuk pelecehan seksual.

Beruntung, ada satu siswi yang kemudian berani berontak dan berteriak ketika hendak dipegang pelaku sehingga akhirnya kelakuan bejat AL bisa terbongkar.

Meski hanya sebatas dipegangi, ia sebagai orangtua tetap berharap sekolah memberikan tindakan tegas kepada pelaku. Sebab dikhawatirkan perlakuan itu memberi dampak psikis dan trauma bagi korban.

“Apalagi sudah dialami hampir sejak kelas 2 sampai kelas 5. Takutnya sampai besar akan membekas terus,” terangnya.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Rumah Mbah Marto di Kedawung Sragen, 2 Ekor Sapi Luka Bakar, Pemilik Terpaksa Harus Mengungsi

Sementara, Kepala SDN di Puro tersebut, Bambang Zaenudin mengatakan sudah menindaklanjuti dengan mendatangi pihak keluarga dan pelaku bersama tim Komnas HAM serta pengawas TK/SD. Saat didatangi, pelaku mengakui bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi.

“Tadi anaknya (pelaku) waktu kita tanya malah nangis. Intinya sudah minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi,” terangnya.

Pengawas TK/SD Kecamatan Karangmalang, Sugino menambahkan selain ke pelaku, pihaknya juga mendatangi orangtua para korban. Hampir semua orangtua korban sudah menerima karena pihak sekolah dan dinas sudah mengambil tindakan. Wardoyo