loading...


tempo.co

MALANG – Di beberapa daerah, kuliner yang menampilkan rasa pedas sebagai ciri khas cukup banyak. Namun, Mi Setan Kober asal Kota Malang ini patut dicoba, karena memiliki nilai khasnya.

Slamet, seorang pegawai Mi Setan Kober Malang, berkali-kali menuangkan sambal merah pada semangkuk mi yang dibuatnya. Tiap sendok sambal itu setara dengan 12 biji cabai rawit merah.

“Ini baru level satu. Memang demikian keistimewaan mi setan. Pedasnya menantang,” kata Slamet di Malang, Sabtu (1/9/2018). Mi Setan Kober merupakan salah satu kuliner populer Malang yang ditampilkan dalam festival kuliner bertajuk “Pucuk Coolinary Festival”.

Mi Setan Kober ditampilkan dalam zona khusus makanan pedas. Tendanya tampak lebih besar daripada stan lainnya. Ini menegaskan kepopuleran mi pedas di kota apel tersebut, kendati usianya belum lama. Mi Kober Setan diklaim menjadi pelopor mi pedas pertama di Malang.

Keberadaannya baru dibuka pertama kali pada 2011. Lokasi pertamanya ialah di Jalan Bromo, Malang, Jawa Timur. Pemiliknya, Bang Gemi alias Aris, sudah melebarkan sayap bisnis hingga Bali dan sejumlah kota lain di Jawa Timur.

Kini, ada 17 outlet mi setan. Sedangkan di Malang, tempat lahirnya mi itu, hanya ada dua gerai. Gerai terbanyak malah berada di Bali, yakni mencapai enam jumlahnya. Adapun di Malang, selain di Jalan Bromo, Mi Setan Kober dibuka di Jalan Soekarno-Hatta.

Salah satu pengunjung, Rita, mengaku sudah beberapa kali menjajal mi setan. Menurut dia, yang membikin nagih adalah cambukan pedasnya pada lidah. Penanggung jawab outlet, Imam alias Ateng, mengatakan rata-rata penggila pedas memesan menu mi level lima, yakni level tertinggi pada varian mi setan.

Level lima pada mi setan setara dengan 60 biji cabai rawit merah. Sedangkan level satu berisi 12 biji cabai. Kemudian, level dua hingga empat masing-masing 25, 35, dan 45 cabai rawit. Bagi yang emoh menantang pedas, tersedia mi dengan varian level suka-suka. Artinya, pembeli boleh memilih cabai sesuai dengan selera. Di antaranya mulai cabai 1 hingga 11.

Tempo menjajal Mi Setan Kober pada Sabtu sore (1/9/2018) di Pucuk Coolinary Festival. Kendati tak punya banyak nyali untuk menantang pedas, cabai lima pun jadi pilihan. Ketika dicampurkan dengan mi, pedas cabai tersebut cukup nendang.

Bagian paling pedas terasa nampol pada suapan terakhir. Rupanya, bila tak diaduk, sambal akan menggumpal di bagian bawah mi. Ini membikin keringat mengalir deras pada detik-detik terakhir mi dilahap habis.

Agar tak sepi, mi setan disajikan dengan pelengkap lauk berupa ayam tabur dan pangsit. Ayam tabur ini memperkuat rasa gurih. Bila dilihat sekilas, ayam tabur memiliki penampakan visual sama dengan parutan keju pada pasta. Warnanya putih kekuningan, sedangkan suwiran dagingnya lebih kecil daripada abon.

Di kedai aslinya, mi setan diberi tambahan sosis atau beef.

Gemi memproduksi mi-nya secara mandiri. Mi tersebut, yang digunakan sebagai komplemen utama mi setan, adalah mi dari bahan utama terigu dan telur bebek. Ada ornamen rasa yang lebih gurih pada mi setan dibandingkan mi pada lazimnya.

Harga per mangkuk Mi Setan Kober dibandrol Rp 8.000 untuk mi rebus dan Rp 9.000 untuk mi goreng. Harga berlaku sama untuk semua level. Harga ini belum termasuk pajak 10 persen.

www.tempo.co

 

Loading...