loading...
Loading...
Tersangka buronan Polda Metro Jaya yang kabur dari Polres Kepulauan Seribu, saat diamankan POlres Sragen. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Aksi kabur massal yang dilakukan 13 tahanan di Polres Kepulauan Seribu Polda Metro Jaya, beberapa hari lalu ternyata menyisakan cerita miris. Salah satu tahanan yang kemudian tertangkap di Kalijambe, Sragen, sempat memberikan pengakuan soal kronologi kenapa para napi nekat kabur.

“Tersangka yang kita tangkap itu sempat mengaku kalau dia dan rekan-rekannya spontan langsung berniat kabur setelah melihat petugas penjaganya bertubuh kecil,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Sabtu (29/9/2018).

Baca Juga :  Puluhan Warga dan Tokoh Desa Bandung Geruduk Polres Sragen. Tuntut Pembebasan 4 Petani yang Ditangkap di Pos Ronda

Kapolres mengungkapkan tersangka Joko Purwanto (34) itu diketahui berdomisili di Muara Angke RT 6/1, Kel Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, ditangkap di Kalijambe. Namun tersangka tercatat merupakan warga asli Purwodadi dan punya saudara di Kalijambe.

Saat melihat petugas berbadan kecil, ia dan belasan napi langsung merangsek dan mendorong petugas yang berjaga di pintu. Petugas itu kemudian terjatuh dan bersamaan itu, napi langsung berhamburan keluar.

Bahkan petugas itu sempat terinjak-injak para napi yang berdesakan hendak keluar cepat-cepat.

Baca Juga :  Kerusuhan 22 Mei 2019, Polisi Telah Kantongi Rekaman Pembicaraan

“Tersangka kabur rombongan naik Bus Langsung Jaya. Informasi awal dari Polda Metro Jaya ada yang mengarah ke Sragen. Kemudian kita lacak dengan teknologi, akhirnya bisa terdeteksi di Kalijambe dan langsung kita tangkap. Kemarin dari Tim Polda langsung menjemput ke sini dan tersangka langsung dibawa ke Jakarta,” tandas Kapolres.

Kapolres menambahkan tersangka dibekuk saat bersembunyi di rumah saudaranya berinisial E di Kalijambe, Sragen. Tahanan yang dijerat pasal kepemilikan narkoba itu ditangkap tanpa perlawanan. Wardoyo

Baca Juga :  Komunitas KWS Kirimkan Relawan Ikuti Pembekalan Rescue dari BPBD Sragen 

 

Loading...