loading...
Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi (2 dari kanan) bersama Ketua Dewan Pertimbangan, Edi Indriyanto saat memberikan keterangan pers di acara Pendadaran Calon Warga Baru PSHT di Stadion Taruna Sragen, Minggu (2/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Geger yang sempat terjadi di pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Madiun, dipastikan tidak berpengaruh pada sodiliditas PSHT Sragen. Pimpinan cabang Sragen dan Dewan Penasehat, memastikan kondisi PSHT Sragen pusat Madiun sejauh ini relatif kondusif.

“Tidak begitu terpengaruh. Sragen sudah dikondusifkan dan sejak awal kita memang menghindari konflik horizontal dan gesekan di lapangan,” papar Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Madiun Cabang Sragen, Edi Indriyanto, Senin (3/9/2018).

Baca Juga :  Pembobolan Rumah di Ngrombo Tangen, Pelaku Pilih Gondol Vario dan Tinggalkan Yamaha Vixion

Edi didampingi Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi menegaskan sejak awal PSHT yang dipimpinnya memang berkiblat pada PSHT pusat di Madiun yang dipimpin Moerjoko.

Meski di pusat Madiun sempat ada demo dan upaya pendudukan oleh PSHT kubu JJ, hal itu tidak berimbas sampai Sragen.

Kendati demikian, PSHT Sragen juga sempat mengerahkan Pamter untuk membantu pengamanan di PSHT Pusat Madiun saat geger terjadi.

“Karena waktu itu juga ada PSHT kubu lain dari Sragen yang aksi ke sana, makanya kita kirim Pamter untuk membantu menjaga kondusivitas,” terangnya.

Baca Juga :  Sejumlah Aktivis Geruduk Kejari Sragen. Layangkan Keberatan, Sebut Penetapan Agus Sebagai Tersangka Kasus Kasda Dinilai Lukai Hati Rakyat 

Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi menambahkan konflik upaya pendudukan kantor pusat Madiun itu akhirnya bisa terselesaikan setelah ada mediasi dari Polres Madiun dan Polresta setempat.

“Akhirnya semua selesai setelah ada mediasi. Alhamdulilah situasi di Sragen sejak awal sudah kondusif,” tegasnya didampingi Pimpinan Pamter, Dardi dan pengurus lainnya. Wardoyo


Loading...