JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

ISAC Tolak Deklarasi Garda Jokowi di Solo. Kapolresta Minta Masyarakat Cerdas!

Dok

 

Dok

SOLO– The Islamic Study and Action Center (ISAC) merasa keberatan dan menolak rencana kegiatan Deklarasi Garda Jokowi yabg akan digelar Kamis (20/9/2018), di Lapangan Kottabarat. Keberatan tersebut  diwujudkan dalam surat yang ditujukan pada Kapolresta Surakarta, Walikota Surakarta, Ketua KPU Surakarta, serta Ketua Bawaslu Kota Surakarta.

Ketua ISAC, Kurniawan BW menyatakan, berdasarka undangan yang beredar atas nama ormas Garda Jokowi yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 20 September 2018 di lapangan Kottabarat, ISAC menyatakan keberatan dan menolak. Beberapa pertimbangan penolakan diantaranya untuk menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan masyarakat kota Solo dan sekitarnya alangkah eloknya deklarasi yang bermuatan politik mendukung salah satu kandidat Capres/ Cawapres  seyogyanya tidak dilakukan karena berpotensi mengganggu keamanan, ketentraman, kenyaman warga masyarakat solo yang merindukan kedamaian dan kerukunan.

Baca Juga :  Operasi Solo Bebas Pekat, Polisi Amankan 4 Pasangan Tak Sah yang Berduaan di Hotel dan 10 PSK Asyik Mangkal

“Pertimbangan waktu juga berdekatan dengan proses tahapan pileg dan pilpres yang akan di lakukan oleh KPU, belum masa kampanye baik Pilpres ataupun Pileg. Selain itu, Lapangan Kota Barat adalah fasilitas umum yang sebaiknya  sebelum tahapan kampanye tidak diselenggarakan  acara acara yang berbau politik, apalagi mendukung salah satu capres/cawapres,” paparnya, Minggu (16/9/2018).

Kurniawan juga mengklaim bahwa penolakan tersebut juga diajukan oleh beberapa ormas di Surakarta. Di sisi lain, mereka juga berpendapat bahwa acara tersebut dapat menjadi dasar pendukung Capres/cawapres lainnya untuk melakukan aksi serupa, yang bisa memunculkan gesekan dan kegaduhan di kota Solo dan sekitarnya.

“Untuk itu kepada Kapolresta Surakarta, Walikota Surakarta, Ketua KPU, Ketua Bawaslu Kota Surakarta untuk menolak penyelenggaraan deklarasi tersebut. Dan kami lebih menyarankan deklarasi sebelum kampanye sebaiknya dilakukan di Indoor, masa terbatas atau di luar kota Surakarta,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Malam Hari di Plaza Manahan Solo, Bukan Bersihkan Sungai Tapi ini Sanksinya

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan, sampai saat ini tidak ada izin masuk terkait penyelenggaraan suatu kegiatan di Lapangan Kottabarat di waktu yang dimaksud.

“Sampai sekarang belum ada pengajuan izin masuk kepada kami. Yang ditolak itu acara yang mana? Kegiatan apa? Kami meminta masyarakat Kota Solo cerdas menanggapi setiap informasi yang beredar. Mungkin kemarin muncul beberapa hal tentang pelaksanaan kegiatan tertentu di medsos. Tapi saya yakin masyarakat Kita Solo sudah cerdas. Kalau ada info, diyakinkan dulu. Mari kita jaga kondusivitas Kota Solo sampai Pesta Demokrasi selesai,” tegasnya. Triawati PP