loading...
Korban saat melapor ke Polsek Mondokan. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Pelaku tindak kejahtan makin tak kenal waktu dan korban saja. Hal ini terjadi ketika nenek-nenek di Mondokan jadi korban jambret yang beraksi di siang bolong.

Aksi penjambretan terjadi di ruas jalan kampung Dukuh Jetis, Desa Sono, Kecamatan Mondokan. Pelaku sendiri belum diketahui identitasnya dan langsung kabur setelah melakukan aksinya.

“Pelaku orang tak dikenal, langsung menyerobot tas milik korban dan membawa kabur uang sebesar Rp 800 ribu berikut KTP milik korban,” kata Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Muryati, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga :  Lokasi Kecelakaan Pikap Maut Tewaskan 2 Orang di Tol Sragen Hanya  Berjarak 2 KM dari Titik Peresmian Presiden Jokowi

Kejadian itu sendiri sudah beberapa hari lalu, tepatnya Minggu (2/9/2018), sekitar pukul 13.00 WIB. Namun baru dilaporkan kemarin.

Awalnya korban yang diketahui bernama Painah ( 54), warga Dukuh Tempelrejo, Mondokan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio melintas di jalan desa Dukuh Buras.

Korban sempat melihat dari spion kendaraan ada seseorang (pelaku) membuntutinya. Pelaku kemudian menyalipnya dengan kendaraan jenis matic. Sesampai dipertigaan Dukuh Jetis, orang tak dikenal tersebut balik arah sehingga menghalangi perjalanan Painah.

Saat itu, Painah spontan berhenti sambil menegurnya. Namun pria tersebut, malah menyalahkan Painah, lantaran lampu sein Painah menunjuk ke arah kanan.

Baca Juga :  BKN Tegaskan Kelulusan CPNS Ditentukan Gabungan 40 % SKD, 60 % SKB. Peserta Passing Grade 1 Jadi Prioritas

Painah langsung melihat lampu sein sepeda motornya, namun bersamaan dengan itu, pria tak dikenal tersebut langsung menyerobot tas yang dibawa Painah, hingga terputus kemudian membawa kabur dengan kencang.

Seketika korban berteriak, namun tak ada seorang pun berada di lokasi kejadian. Sayangnya, Painah juga tak sempat mengamati nomor polisi sepeda motor pelaku. Kemudian dia melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Mondokan.

“Korban sendiri mengaku masih trauma atas peristiwa yang dialaminya,” ujar AKP Muryati mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman. Wardoyo


Loading...