loading...


Ilustrasi/tribunnews

Demi kesopanan, orang cenderung menahan ketika akan mengeluarkan gas alias kentut. Bagaimana sebenarnya reaksi tubuh ketika gas yang seharusnya dikeluarkan ini justru ditahan?

Saat tubuh mencoba untuk membuang dan mengurangi penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkannya melalui dua cara.

Pertama, gas akan dikeluarkan melalui sendawa. Kedua, gas akan dikeluarkan melalui anus atau dikenal dengan kentut.

Penumpukkan terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus dan menyebabkan perut terasa penuh atau kembung.

Mencegah hal ini terjadi, maka tubuh akan melakukan proses pembuangan tadi. Namun proses ini juga terkait dengan jumlah gas dan aktivitas motorik usus.

Dilansir dari Hello Sehat pada Rabu (12/9/2018), menahan kentut dapat menyebabkan rasa panas di perut, kembung, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga :  Ini Daftar Kosmetik Ilegal dan Berbahaya. Beberapa Artis Di-endorse Merk-merk Produk Kosmetik Oplosan Tersebut

Tekanan usus dapat menyebabkan gas terperangkap, serta memiliki kemungkinan meningkatnya denyut jantung. Tidak hanya itu, tekanan darah juga akan mengalami peningkatan.

Bagaimana mungkin hal di atas terjadi hanya karena gas di dalam tubuh? Ketika menahan pembuangan gas — pada saat yang bersamaan, tubuh terus memproduksi gas — penumpukan akan semakin bertambah di saluran pencernaan. Udara dan gas akan terdorong ke atas, kemudian menyebabkan perut kembung dan munculnya rasa tidak nyaman pada perut.

Dikutip dari Women’s Health, Lisa Ganjhu, seorang dokter dari osteopati dan asisten dosen klinis kedokteran dan gastroenterologi di NYU Langone Medical Center New York City, mengatakan bila ada sesuatu yang memengaruhi aliran di bawah dapat memengaruhi aliran di atasnya. Aliran tersebut adalah sistem pencernaan.

Baca Juga :  Wouw, Toilet Ini Bisa Mendeteksi Tanda-tanda Penyakit Diabetes dan Kanker

Menahan kentut memang tidak berbahaya, namun usus dapat menggelembung karena penyumbatan gas tersebut. Bila dinding usus sedang bermasalah dan tidak dapat menahan gas tersebut, maka usus bisa saja sobek.

Bila hal tersebut terjadi, kantong-kantong yang disebut divertikula akan terbentuk. Ketika meradang atau mengalami infeksi, rasa nyeri pun akan muncul. Meskipun ini jarang terjadi, namun kasus divertikulitis lebih sering ditemui pada seseorang dengan usia lanjut.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa makanan yang menyebabkan produksi gas secara berlebihan, salah satunya adalah makanan yang mengandung pemanis buatan.

Baca Juga :  Masih Banyak Yang Percaya Biopsi Malah Bisa Perparah Tumor, Tapi Ini Kata Dokter

Untuk itu, bila ingin mengatasi permasalahan gas yang berlebihan, disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber probiotik, seperti yogurt, yang dapat membantu untuk melancarkan fungsi bakteri di dalam tubuh. #tribunnews

Loading...