loading...

tempo.co

JAKARTA – Semangat kebebasan pers tetap tak akan pernah padam. Semangat itu terus digaungkan oleh Dewan Pers, meski salah satu tokoh kebebasan pers telah tutup usia.

Dewan Pers akan terus memperjuangkan kemerdekaan pers Indonesia, sebagaimana yang dilakukan mendiang Sabam Leo Batubara. Wakil Ketua Dewan Pers 2007-2010 itu terus berjuang mengawal kemerdekaan pers hingga akhir hayatnya.

“Apa yang telah diperjuangkan oleh Bapak Leo, harus kita lanjutkan,” ujar wakil ketua Dewan Pers Ahmad Jhanuar saat melepas jenazah Leo Batubara di Gedung Dewan Pers, Sabtu 1 September 2018.

Menurut Ahmand, banyak teladan dan pelajaran yang diambil dari dedikasi Leo Batubara dalam memperjuangkan kemerdekaan pers. Di masa tuanya, kata Ahmad, Leo masih terlibat dalam penyelesaian pengaduan dan sangketa pers yang diterima oleh Dewan Pers. Leo selalu gigih berjuang agar media terhindar dari segala bentuk jeratan hukum.

“Jadi, dalam penyelesaian sengketa, beliau selalu mengupayakan agar media terhindar dari hukuman, dan kepada yang bersangketa, beliau selalu tegas,” ujarnya.

Dewan Pers dan seluruh insan pers merasa kehilangan dengan wafatnya Leo. Di Dewan Pers, selain senior, Leo juga sudah seperti orang tua yang memberikan teladan. “Kami, Dewan Pers merasakan kehilangan,” ujarnya.

Loading...

Mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara, berikan keterangan perihal pemeriksaan saksi ahli dewan pers yang diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri terkait majalah TEMPO di gedung dewan pers, Jakarta, 3 Maret 2015. Penyidik yang meminta keterangan ahli ada tiga orang. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Ahmad menambahkan, Dewan Pers mendedikasikan nama Leo Batubara untuk sebuah ruangan pertemuan di Gedung Dewan Pers. Ruangan yang berada di lantai ketujuh itu kini bernama Kebebasan Pers Leo Batubara. Hal ini dilakukan untuk mengenang perjuangan dan kepergiannya.

Mantan ketua Pers, Atmakusumah mengatakan Leo merupakan pejuang kebebasan pers Indonesia. Pengabdian tersebut tetap Leo tekuni hingga akhir masa hidup. “Leo menunjukan dirinya memang pejuang pers, hingga akhir hidupnya masih mengamati situasi dan mengawal kebebasan pers,” ujarnya.

Leo Batubara wafat pada Rabu sore (29/8/2018) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Leo dimakamkan di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat setelah disemayamkan di Gedung Dewan Pers, Sabtu (1/9/2018).

www.tempo.co

Loading...