loading...
Ilustrasi miras di arena campursari. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Insiden keributan di arena hajatan terjadi di Jatisumo, Sambungmacan. Seorang MC Campursari dihajar seorang penjoget gara-gara permintaan lagunya tak dituruti lantaran jam pentas sudah keburu habis.

Insiden kekerasan itu terjadi akhir pekan lalu dan kini ramai menjadi sorotan serta keprihatinan kalangan seniman Sragen. MC yang dihajar itu diketahui bernama Jumbadi.

“Kejadiannya jam 15.00 WIB. Ceritanya di acara campursari di Jatisumo, Sambungmacan, banyak pesanan lagu dari penjoget. Karena waktu sudah habis, ada lagu yang nggak bisa dituruti. Tiba-tiba ada salah satu penjoget yang ngamuk dan langsung memukul sang MC hingga kesakitan,” papar Putut, salah satu seniman Sragen, Senin (17/9/2018).

Baca Juga :  Kisruh Dugaan Potongan Dana BKK , Perangkat Desa di Masaran Sragen Ditangkap dan Dipenjara 

Insiden itu sempat berujung aduan ke polisi. Namun buntut kejadian itu, kalangan seniman meradang dan merasa dilecehkan.

Berbagai kelompok seniman di Sragen yang tergabung dalam Pepadi, Asitras, Pinastika, langsung menggelar pertemuan menyikapi kekerasan terhadap pelaku seniman.

Baca Juga :  Demo Keprihatinan Kasus Kasda Sragen, Ratusan Warga Kirim Replika Anjing ke Kantor Kejari 

“Pemicunya gara-gara miras. Karena yang mukuli itu terindikasi mabuk berat. Makanya kami berharap agar miras diberantas dari arena hajatan. Dampaknya sangat luas,” jelasnya diamini kelompok seniman lainnya. Wardoyo

 


Loading...