loading...

Tim polisi bersama warga saat mengevakuasi jasad korban. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Kecelakaan maut mobil pikap yang hancur digasak kereta api barang dan menewaskan satu korban di Kalijambe, Sragen, Rabu (5/9/2018) menyisakan sebuah kejadian sedikit di luar nalar. Menurut sejumlah saksi mata, mobil pikap bernopol AD 1884 VM yang digasak kereta, ternyata sempat tiba-tiba langsung terhenti ketika tepat melintas di tengah rel.

Data yang dihimpun di lapangan, mobil pikap Suzuki Futura yang ditumpangi pasutri Senen Ahmadi (55)-Tumiyem (46) asal Kebonan RT 1/1, Karanggede, Boyolali itu melaju dari arah barat atau Kalimacan. Sesampai di perlintasan kereta api tanpa palang Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kalijambe, mobil hendak menyeberang ke jalan raya Solo-Purwodadi.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mobil pikap melintas di atas rel. Namun beberapa warga di sekitar lokasi melihat, saat tepat sampai di tengah perlintasan, tiba-tiba mobil berhenti mendadak tak bisa dipacu lagi.

Bersamaan dengan itu, dari arah utara melaju Kereta Api Barang bermuatan Semen 2704 dengan lokomotif 2061310 tujuan Nambu – Prambanan. Karena jarak semakin dekat sedang mobil malah macet tak bisa dipacu, kereta yang dimasinisi Agus H itu pun tanpa ampun menggasak mobil pikap nahas itu.

Mobil langsung terseret sejauh 10 meter sebelum kemudian ringsek terbanting ke luar perlintasan. Akibat kejadian itu, Tumiyem tewas seketika di lokasi kejadian.

Sedangkan suaminya, Senen Ahmadi mengalami luka patah tulang hidung dan rahang bawah. Jasad Tumiyem dilarikan ke RSUD Gemolong sedangkan sang suami dilarikan ke Puskesmas Gondangrejo.

Loading...

“Korbannya berasal dari Karanggede, Boyolali. Yang perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian, yang laki-laki mengalami luka,” papar Sekcam Kalijambe, Agus TP, Rabu (5/9/2018).

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman membenarkan kejadian itu. Saat ini mobil pikap sudah dievakuasi dan diamankan sebagai barang bukti. Sedangkan korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati melintasi perlintasan kereta api utamanya yang tanpa palang pintu. Wardoyo

Loading...