loading...
Pantauan Hilal di Candi Sukuh Karanganyar, Senin (10/9/2018). Foto/Wardoyo
KARANGANYAR-  Menjelang pergantian tahun baru islam, Kantor Kementerian Agama Karanganyar menggelar pantauan hilal di kawasan Candi Sukuh, Ngargoyoso, Karanganyar Senin (10/9/2018) petang.
Pantauan hilal menggunakan teleskop ini dilakukan untuk mengamati kemunculan bulan baru sebagai tanda pergantian tahun baru islam.
Pantauan hilal atau sering disebut Rukyatul Hilal ini digelar di Pelataran Candi Sukuh, Desa Berjo, Ngargoyoso.  Secara geografis, bukit di kawasan Candi Sukuh ini merupakan lokasi paling strategis untuk menggelar pantauan hilal, mengingat ketinggiannya yang dianggap ideal yakni 1.190 meter di atas permukaan laut.
Selain itu, jarak dari lokasi pun jauh dari gunung-gunung tinggi, sehingga praktis tidak ada halangan untuk mengamati ufuk barat.
Pantauan hilal yang difasilitasi ahli dari observatorium Ponpes Assalam ini dilakukan dengan menggunakan teleskop manual, serta perangkat digital robotic telescope.
Pantauan dimulai usai matahari terbenam pada pukul 18.37 WIB. Setelah tenggelamnya matahari, diperkirakan hilal akan mulai tampak sekitar pukul 19.00 WIB.
Hilal atau bulan baru inilah yang diganakan sebagai penanda pergantian tahun baru islam.
Namun hilal gagal terlihat, akibat munculnya awan secara mendadak yang menutupi ufuk barat. Dengan kontras visibilitas hilal yang hanya dalam kisaran 0,2 persen, sinar dari bulan baru ini pun tidak bisa menembus awan.
Selanjutnya tim dari Ponpes Assalam akan melakukan pengolahan gambar yang direkam selama pemantauan untuk memastikan adanya hilal. Mereka juga akan kembali melakukan pemantauan untuk membuktikan lokasi tersebut strategis.
Sementara menurut Yusuf Iksanu, petugas Kemenag Karanganyar, pantauan hilal merupakan sarana edukasi yang perlu didorong agar semakin dikenal oleh masyarakat.
 “Ini merupakan satu dari beberapa cara untuk menentukan pergantian waktu menurut kalender islam, sehingga meski gagal terlihat, masih ada cara lain untuk menentukan pergantian tahun,” kata dia. Wardoyo
Baca Juga :  Sosialisasi ke Ibu-Ibu PKK Karanganyar, Laila Sebut Konflik Horizontal Terjadi Karena Lalai Pada Bhinneka Tunggal Ika! 

Loading...