JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Rudy : Presiden Terpilih Adalah Milik Bangsa Indonesia

Triawati
Triawati

SOLO– Ajang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemiliham legislatif (pileg) tahun 2019 merupakan bagian dari implementasi kebhinekaan. Hal itu diungkapkan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional “Pemilu 2019: Merajut Kebhinekaan Dalam Demokrasi” yang digelat Selasa (18/9/2018), di Pendapa Gedhe Balaikota Surakarta.

Menurut Rudy, semua lapisan masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) memiliki hak untuk menentukan maupun memilih calon pemimpin sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing.

“Kita ini adalah bangsa yang berbhineka. Berbeda-beda agamanya, sukunya, bahasa daerahnya, etnisnya, tetapi tetap satu sebagai Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, siapapun presiden dan wakil presidennya nanti yang menang atau terpilih adalah milik Bangsa Indonesia. Bukan untuk orang per orang atau kelompok. Makanya, pemilu itu sebetulnya dimaknai kebhinekaan. Saya milih siapapun orang lain juga enggak tahu. Itulah yang menghargai dan menghormati pebedaan pilihan itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot Solo Cicil Perbaikan Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

Ditambahkan Rudy, implementasi kebhinekaan dalam pemilu ini sekaligus untuk mengubah anggapan orang tentang Solo sebagai ‘sumbu pendek’.

“Solo bukan sumbu pendek lagi. Solo adalah kota budaya, mandiri dan maju. Sebagai contoh kecil, Pendapa Gedhe Balai Kota Surakarta kini dibuka untuk publik. Pembukaan untuk publik ini sebagai bentuk keterbukaan Pemkot Surakarta terhadap masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan. Jadi, enggak perlu ada yang dipilih-pilih,” tandasnya.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Tanpa Izin, 1 Orang Pembawa Palu Jadi Tersangka dan Ditahan di Mapolres Solo

Sementara itu, Komandan Detasemen Khusus (Densus) 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Nuruzzaman mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama untuk tidak memikirkan perbedaan demi mensukseskan pelaksaan Pilpres dan Pileg 2019.

“Mau beda politik, mau beda warna kulit, mau beda pilihan presiden dan lain-lain itu kita sama Indonesia. Maka kita harus bersama-sama menjaga Indonesia,” tukasnya. Triawati PP