loading...

tempo.co

JAKARTA –  Indonesia kehilangan sosok sejarawan, Peter Kasenda. Sungguh sayang, tak seorang pun tahu, sehingga baru tiga hari kemudian masyarakat mengetahuinya.

Peter ditemukan meninggal di dalam rumahnya, Senin pagi (10/9/2018). Diduga penulis buku Bung Karno itu telah menghembuskan nafas terakhir sejak tiga hari sebelumnya. Sebab tubuh Peter sudah bengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Menurut tetangga, Peter selama ini tinggal sendiri di Perumahan Jatikramat Indah Sari Gaperi, Jalan Bukit Dago, RT 6 RW 6 Blok T Nomor 7, Kelurahan Jatibening Baru Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Tak ada yang tahu pasti, kapan pria itu meninggal.

“Sudah ada yang curiga sejak kemarin, karena tercium aroma tidak sedap dari rumahnya,” kata Suhendi,  Ketua RT setempat.

Menurut Suhendi, kecurigaan baru muncul setelah petugas keamanan perumahan datang ke rumah Peter untuk mengantar barang kiriman. Petugas itu curiga karena dari dalam rumah tercium aroma tak sedap. “Lampunya menyala, tapi tidak ada orang yang menyahut dari dalam rumah,” kata dia.

Kecurigaan inilah yang membuat tetangga melapor ke Polsek Pondok Gede. Pintu rumah Peter akhirnya didobrak. “Ternyata benar sudah meninggal, jenazah berada di kamar depan dalam posisi tengkurap,” kata Suhendi.

Loading...

Suhendi mengaku sepekan sebelumnya dia masih bertemu dengan Peter Kasenda. Saat itu ia menilai tubuh Peter terlihat lebih kurus dibandingkan sebelumnya. Dia menduga Peter sedang sakit.

www.tempo.co

Loading...