JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sudah Hancur, Mayat di Luweng Bakalan Tak Dapat Dikenali Lagi. Butuh Waktu Untuk Mengidentifikasi

Proses evakuasi mayat perempuan dari luweng Bakalan Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro.
Proses evakuasi mayat perempuan dari luweng Bakalan Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro.

WONOGIRI—Mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di saluran luweng Bakalan Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, sudah dalam kondisi hancur saat dievakuasi. Sehingga sudah tidak bisa dikenali lagi.

Selain itu, sangat minim barang bukti yang ada di sekitar penemuan mayat. Selain pakaian dan helm warna ungu.

Hingga saat ini pihak kepolisian Wonogiri belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun demikian otoritas kepolisian menyatakan jika melihat kondisinya, perempuan malang itu sudah meninggal berbulan lamanya. Kemungkinan lebih dari tiga bulan.

Baca Juga :  Tak Hanya Siang, Razia Masker di Kecamatan Nguntoronadi dan Purwantoro Wonogiri Digelar Malam Hari

Otoritas kepolisian juga belum bisa menduga-duga penyebab kematiannya. Pasalnya masih menunggu hasil otopsi dari tim medis.

Kepala Desa Gabirmanis, Sunardi mengungkapkan, mayat ditemukan pada kedalaman sekitar 25 meter dari mulut luweng. Lokasi luweng sebenarnya tidak jauh dari jalan desa setempat. Namun, medan menuju luweng curam, sehingga tidak mudah dilewati.

Baca Juga :  Ini Lho Lur Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Wonogiri, Ada Penambahan Kasus Baru Semuanya Dari Pelaku Perjalanan Zona Merah

“Kondisi luweng sulit dituruni karena terjal dengan lorong yang vertikal. Lebar mulut luweng sekitar tiga meter. Kalau mau masuk harus memakai peralatan lengkap,” ujar dia, Jumat (28/9/2018). Aris Arianto