JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tergiur Diajak Jajan ke Nglangon, Motor Siswa SMP Sambungmacan Sragen Amblas Digondol Kenalan Baru 

Ilustrasi pencurian motor
Ilustrasi pencurian motor

SRAGEN- Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP asal Sambungmacan, Dwi Wahyu Budi Utomo (14). Pelajar asal Kedungbagong RT 14, Cemeng, Sambungmacan itu jadi korban kenalan barunya yang ditemui di kantin SPBU Tunjungan, Gondang.

Dengan dalih minta diantar jajan ke Nglangon, Sragen, pelaku menggondol motor korban. Modus penipuan itu terungkap ketika korban bersama ibunya, Suwarti, melapor ke Polsek setempat Sabtu (22/9/2018).

Data yang dihimpun, aksi penipuan itu terjadi pada Kamis (20/9/2018) pukul 12.00 WIB. Kejadian bermula ketika korban dan temannya, Al Fandi Riski Maulana (15) mengendarai sepeda motor Honda Beat AD 2580 BME milik korban, hendak mengisi BBM di SPBU Tunjungan, Sambungmacan.

Baca Juga :  Catat, Mulai 26 September Wabup Sragen Bakal Naik Jadi Plt Bupati. Bupati Yuni Bakal Tinggalkan Rumah Dinas Mulai Jumat Malam dan Kembali ke Dayu Park

Setiba di SPBU, kondisi antrian panjang. Kedua bocah itu kemudian memilih  berhenti di depan kantin sebelah SPBU.

Saat sedang duduk-duduk, mereka didatangi seorang pria tak dikenal. Pria itu lantas mengajak kenalan dan sok akrab.

Selang beberapa saat, pelaku minta diantar ke rumahnya di Sragen. Tanpa curiga, kedua bocah itu menurut saja. Namun ternyata sampai di Pasar Nglangon, pelaku menghentikan motor.

Baca Juga :  Kampanye Pilkada Sragen, Cabup Yuni Siapkan Konsep Lomba Virtual dan Akan Pilih Cara Santun. "Langsam, Tenang, 9 Desember Menang!"

Ia kemudian mengajak kedua bocah jajan dulu di kantin samping pasar hewan Nglangon.

Saat kedua bocah itu jajan, pelaku berdalih meminjam motor untuk beli kartu di konter HP. Namun ternyata itu hanya modus belaka. Pasalnya pelaku ternyata tak kembali lagi dan kedua korban ditinggal di warung.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 16 juta. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman membenarkan laporan penipuan tersebut. Menurutnya saat ini kasus itu masih dalam penanganan penyidikan dan pengusutan lebih lanjut. Wardoyo