loading...


Waduk Gajah Mungkur Wonogiri saat mengering dilihat dari atas

WONOGIRI-Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri kini semakin menyusut airnya. Dampaknya sejumlah jalur tua yang sebelumnya tertutup air, kini terlihat dan bisa dilewati.

Ketika musim hujan, jalan tersebut tenggelam oleh perairan waduk. Namun saat air menyusut di musim kemarau, jalur-jalur itu muncul kembali, sehingga sekarang bisa dilewati sepeda motor.

Penelusuran Joglosemarnews.com, Sabtu (16/9/2018), jalur tua yang muncul lagi itu, antara lain jalan dari Desa Tegalharjo Kecamatan Eromoko sampai Desa Gelsungrejo Kecamatan Baturetno dan jalan dari Kelurahan Wuryantoro Kecamatan Wuryantoro sampai Desa Glesungrejo Kecamatan Baturetno.

Baca Juga :  Harga Telur di Wonogiri Belakangan Melambung, Komoditi Lain Stabil

“Beberapa ruasnya sudah bisa dilalui sepeda motor, tetapi belum bisa dilewati  kendaraan roda empat,” sebut salah satu pengguna jalan tua itu, Warni.

Sukadi, warga Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro mengungkapkan, sebelum WGM berdiri, jalan Wuryantoro-Baturetno merupakan salah satu jalur penting bagi masyarakat sekitar. Namun setelah waduk dibangun, sekitar tahun 1980 silam, jalur tersebut tergenang perairan. Jalan hanya muncul ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

“Dulu kalau saya mau ke Baturetno ya lewat jalan itu,” kata dia.

Kepala Desa Glesungrejo, Andi Wirawan mengatakan, jalan Eromoko-Baturetno kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. Adapun kendaraan roda empat belum bisa melewatinya, karena masih ada beberapa genangan di beberapa titik bekas sungai. Selain itu, jalan sepanjang satu kilometer tersebut sempit, hanya cukup dilewati sepeda motor.

Baca Juga :  Begini Ternyata Cara Warga Purwantoro Wonogiri Peringati HKSN dan Hari Disabilitas Internasional

“Mungkin dua minggu lagi bisa dilewati mobil. Tapi juga perlu melebarkan jalan dulu,” terang dia.

Para pengguna jalan hanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 menit untuk melintasinya. Jalur itu bisa memangkas waktu jauh lebih singkat untuk menghubungkan antara Kecamatan Eromoko dengan Baturetno. Pasalnya, ketika jalan terendam air waduk, masyarakat harus mengambil jalur memutar melalui Giriwoyo yang waktu tempuhnya bisa beberapa kali lipat. Aris Arianto

Loading...