JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bawaslu Preteli Baliho Caleg RI, Ferry Juliantono. Dinilai Ilegal dan Langgar Aturan

Dwi Budi Prasetyo. Foto/Wardoyo
Dwi Budi Prasetyo. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN-  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sragen mencopot paksa sejumlah baliho raksasa bergambar Wakil Ketua DPP Gerindra, Ferry Juliantono. Pencopotan terpaksa dilakukan lantaran baliho bernuansa politik itu dipasang tanpa izin.

Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budi Prasetyo mengungkapkan total ada sekitar tujuh baliho berukuran besar yang diturunkan dan ditertibkan. Baliho berukuran besar yang dibredel itu diantaranya di Beloran, Mungkung, Nguwer dan Tunjungan.

“Jumat kemarin kita tertibkan bersama dengan Satpol PP. Karena memang tidak berijin dan menyalahi Perbup 11/2018,” paparnya.

Baca Juga :  Viral, Aksi Mesum Sepasang ABG Dimabuk Cinta di Taman Edupark Gemolong Sragen. Seolah Tak Peduli Situasi, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Menurut Budi, secara substansi, konten baliho milik Ferry memang tak secara spesifik bermuatan kampanye. Akan tetapi, baliho tersebut ternyata diketahui tidak diajukan izin ke Pemda.

“Sesuai Perbup, selain baliho komersil tidak boleh. Harus izin me Pemda. Mungkin dari pihak pemasak APK dari Pak Ferry tahunya ketika titik reklame itu sudah milik mereka sehingga langsung dipasangi begitu saja. Padahal harus izin Pemda,” jelasnya.

Meski dicopoti paksa, Budi mengapresiasi itikad baik dari pihak pemilik baliho yang langsung proaktif mencari informasi ke Bawaslu. Mereka selaku pemasang baliho Ferry mengaku memang tidak mengetahui jika harus izin Pemda.

Baca Juga :  Orang-Orang Kepercayaan Mantan Kades Trobayan Buka-bukaan di Persidangan. Ungkap Akal Bulus Kades dan Suaminya Bentuk Tim Siluman, Disuruh Gerilya Gorok Peserta Seleksi Perdes Antara Rp 100 Juta Hingga Rp 300 Juta

“Titik reklamenya itu mungkin sudah milik pihak ketiga pemenang lelang. Kalau enggak salah dari pihak Derras. Mereka barangkali dimintai job dan tinggal masang saja. Malah bagus, dari pemasang kemarin proaktif menanyakan ke sini. Akhirnya jadi tahu, ketika mereka memasang APK atau baliho harus mengetahui aturannya,” pungkas Budi. Wardoyo