JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berkas Skandal Perdes Naik Kejaksaan, Nasib Berkas Kades Saradan Ditentukan Dalam 2 Pekan 

Kasie Pidsus Adi Nugraha saat mengecek berkas hasil pemeriksaan. Foto/Wardoyo
Kasie Pidsus Adi Nugraha saat mengecek berkas hasil pemeriksaan. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kejaksaan Negeri (Kejari) menyatakan tengah mengintensifkan pemeriksaan terhadap berkas kasus penyimpangan seleksi perangkat desa di Saradan, Karangmalang yang melibatkan Kades Saradan, Anis Tri Waluyo sebagai tersangka. Pemeriksaan diberi waktu dua pekan sebelum dinyatakan apakah sudah lengkap atau masih perlu perbaikan.

Kajari Sragen, Muh Sumartono melalui Kasie Pidsus, Adi Nugraha mengungkapkan berkas kadus Kades Saradan sudah diterima dari Polres pekan lalu.

Baca Juga :  Derita Orang Tua Siswi SD Korban Perkosaan Massal di Sragen. Sudah Kasusnya Diombang-ambingkan, Masih Diancam Sampai Terpaksa Ngungsi ke Hutan

“Ini masih diperiksa oleh tim,” papar Adi, Jumat (26/10/2018).

Adi menguraikan sesuai tahapan, penyidik kejaksaan memiliki waktu dua pekan untuk memeriksa berkas dari polisi. Jika sudah lengkap, berkas akan dinyatakan P-21, namun jika ada yang masih kurang, maka akan dikembalikan ke polisi untuk diperbaiki.

Lebih lanjut, dijelaskan dalam berkas yang dilimpahkan dari Polres, jumlah tersangka untuk kasus Perdes Saradan, adalah satu tersangka yakni Kades Saradan.

Baca Juga :  Ratusan Kader PDIP Sragen Ikuti Senam Massal Sicita Pecahkan Rekor MURI. Ketua DPC Ajak Masyarakat Gelorakan Semangat Olahraga

Yang bersangkutan dijerat dengan pasal 12 huruf e dan pasal 9 UU Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

Terpisah Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan berkas kasus Kades Saradan dilimpahkan akhir pekan lalu tepatnya pada Jumat 19 Oktober 2018.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua