JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Angin Dahsyat Porak-porandakan Mondokan Sragen. Belasan Rumah Hancur, Puluhan Berantakan Tersapu 

Kondisi salah satu rumah korban angin dahsyat di Mondokan, Kamis (25/10/2018) petang. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi salah satu rumah korban angin dahsyat di Mondokan, Kamis (25/10/2018) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Hujan deras disertai angin kencang melanda di Dukuh Kendal,  Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan Kamis (25/10/2018) pukul 16.15 WIB. Banyak pohon tumbang dan puluhan rumah atapnya tersapu angin.

Data yang dihimpun, kerusakan terparah dialami sejumlah warga. Rumah mereka hancur karena atap roboh dan rusak. Kerusakan terparah ada di Desa Gemantar dan Sumberejo.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Mondokan, AKP Kabar Bandiyanto mengungkapkan rumah yang rusak berat diantaranya milik Suharno (67) alamt Dukuh Kendal RT 04 Desa Sumberejo Mondokan. Rumah itu rusak berat gentingnya hancur dan teras runtuh.

Baca Juga :  Satu Polisi Asal Sragen Dilaporkan Positif Terpapar Covid-19. Bertugas di Kantor Samsat Karanganyar

Kemudian bangunan warung Kasiran (52) warga ukuh Kendal RT 04 Desa Sumberejo, Mondokan. Warung yang terbuat dari bambu roboh total.

Kondisi yang sama menimpa rumah Suyono, warga Dukuh Kendal RT 04 Desa Sumberejo. Rumah bagian teras hancur karena kerobohan kayu jati yang tumbang.

“Kemudian ada rumah roboh milik Subari (45) warga Jurangnongo RT 33 Gemantar. Rumah yang berukuran 9 x 12 terbuat dari kayu campuran dan bambu dalam keadaan lapuk dan roboh total,” ujar AKP Kabar Jumat (26/10/2018).

Ia menguraikan hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Menurutnya hujan deras yang disertai dengan angin kencang hanya mengakibatkan beberapa atap rumah warga yang rusak dan sejumlah pohon roboh menimpa rumah.

Baca Juga :  Kaget Golkar Berbalik Haluan, Sekretaris Gerindra Jateng Akhirnya Angkat Bicara Soal Rekomendasi Gerindra di Pilkada Sragen. Begini Penjelasannya!

“Hujan turun sore hari sehabis ashar cukup deras disertai angin kencang yang durasinya tidak lama, namun bisa mengobrak-abrik beberapa rumah, ada atap rumah yang hancur ada rumah yang tertimpa pohon,” ujar mbah Harno, salah satu korban.

Mbah Harno yang kesehariannya berjualan burung di rumah miliknya, mengaku pasrah atas ambruknya rumah miliknya.

“Sebetulnya saya sedih, namun mau bagaimana lagi, kita juga tidak bisa memprediksi alam,” tukasnya. Wardoyo