loading...
Loading...
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Nihilnya pelamar CPN untuk formasi dokter spesialis ternyata tak membuat kaget Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu sudah memprediksi formasi dokter spesialis memang agak sedikit peminat lantaran beberapa hal.

Setidaknya 48 Formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 untuk Kabupaten Sragen belum diminati. Dari jumlah tersebut sebagaian besar tenaga kesehatan. Di antaranya 19 dokter spesialis untuk RSUD Gemolong dan Soehadi Prijonegoro Sragen.

Selain itu ada 9 dokter ahli pratama untuk kedua RSUD tersebut dan juga sejumlah  Puskesmas, seperti UPTD Puskesmas Sumberlawang, Tanon 1, Sambirejo, Jenar dan Gondang. Serta seorang dokter ahli pratama untuk kategori khusus disabilitas.

Baca Juga :  Pengunjung Kian Sepi Omzet Anjlok Hingga 50 %, Ratusan Pedagang Pasar di Sragen Menjerit

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan untuk menempuh pendidikan dokter spesialis waktunya panjang dan biaya tidak murah.

“Memang sulit untuk mendapatkan dokter spesialis umur 35 tahun. Biasanya kalau ada anaknya orang kaya, sekolahnya lanjut. Kalau orang pas-pasan ya jarang,” kata bupati yang juga berprofesi sebagai dokter itu kepada wartawan, Senin (08/10/2018).

Belum lagi batas usia maksimal melamar CPNS dipatok 35 tahun. Padahal menurut Yuni, rata-rata lulus dokter spesialis usianya sudah 40 tahun. Pihaknya pesimis kuota CASN untuk dokter spesialis itu dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Singkirkan 5 Kelompok, Balai Penyuluh Pertanian Colomadu Rebut Juara Lomba Asah Terampil 2019 

“Sebab lulusan dokter spesialis usia kurang dari 35 tahun jarang sekali. Rata-rata rampung spesialis sudah berusia 40 tahun lebih,” jelasnya.

Bupati juga menyayangkan minimnya pendaftar CPNS. Padahal pihaknya menargetkan 505 formasi CPNS bisa diperebutkan 10.000 pelamar. Untuk diketahui data dari BKPPD Sragen menyebutkan sampai Senin (08/10/2018) pagi baru 1.240 pelamar untuk 505 formasi. Sejumlah 48 formasi di antaranya nihil pelamar.

“Ini kesempatan untuk masyarakat mencari pekerjaan. Tapi kok yang daftar cuma sedikit. Padahal seleksi perangkat desa saja lulusan S2 ikut daftar,” tukas Yuni. Wardoyo

Loading...