32.6 C
Surakarta
Senin, 18 November 2019
JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen Viral Video Sumberlawang Panas oleh Siswi SMK Pelita Bangsa....

Viral Video Sumberlawang Panas oleh Siswi SMK Pelita Bangsa. Bupati Sragen Tak Menyangka Siswi Desa Bisa Melakukannya 

- Advertisement -

loading...
Loading...

Tangkapan layar ekspresi tiga siswi yang disebut merupakan siswi SMK Sumberlawang saat melakukan video vlog berisi ujaran vulgar. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Kasus beredarnya video tak senonoh “Sumberlawang Panas” yang diperankan 3 siswi SMK Pelita Bangsa Sumberlawang memantik reaksi keras dari Bupati Sragen. Bupati Kusdinar Untung Sukowati menyesalkan perilaku siswi yang dinilai sangat jauh dari kata pantas tersebut.

Hal itu ia ungkapkan saat melantik 75 Kepala SD dan SMP serta pengawas di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (8/10/2018). Saat menyebut moralitas siswa menjadi tanggungjawab bersama dan dipasrahkan ke Kasek, ia mendadak menyinggung soal kasus video Sumberlawang Panas yang sempat viral dan mengguncang itu.

“Contoh, kemarin ada murid salah satu SMK saya sebut saja sekalian, SMK Pelita Bangsa di Sumberlawang. Seorang anak desa, Sumberlawang padahal ndesone ora umum. Isa-isane nyebar video dengan kalimat-kalimat yang sungguh luar biasa tidak bisa dibayangkan,” paparnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Tabrak Lari di Ngrampal Sragen, 2 Korban Tewas Ternyata Digasak Mobil Tak Dikenal. Identitas Pembonceng Belum Ditemukan 

Bupati Yuni juga sedikit geregetan lantaran saat bertanya ke Kadinas Pendidikan, Suwardi, apakah sudah dilakukan pembinaan ke siswi tersebut, Kadinas menjawab SMK menjadi kewenangan provinsi. Menurut Yuni, kewenangan pengelolaan SMK di Pemprov itulah yang menurutnya harus direvisi karena akan menyulitkan daerah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan ketika ada masalah.

“Apakah ketika itu kewenangan provinsi, kita jadi tidak bisa melakukan pembinaan terhadap murid dan guru di sana. Saya inginkan sebenarnya dinas pendidikan melakukan hal yang sama yang dilakukan Polres. Langsung melakukan pembinaan ke siswi dan orangtuanya,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Padati Rekonstruksi Tabrak Lari Yang Tewaskan Bripka Kurniawan di Sidodadi Masaran. Tim Polda Jateng Ikut Turun Tangan

Menurutnya, pendidikan moral adalah tanggungjawab bersama. Baik itu sekolah negeri atau swasta, pemerintah mestinya berhak melakukannya sekalipun itu jenjang SMK.

Karenanya ia berharap ke depan pengelolaan SMA/K bisa dikembalikan ke daerah lagi.

“Kalau saja kita bisa kembali mengelola SMA/K secara penuh, sehingga bisa mengatur dan memberikan faksum yang benar ke siswa. Ini yang harus jadi perhatian pula,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...

Kontak Informasi Joglosemarnews.com :
Redaksi : [email protected]
Promosi : [email protected]
Kontak : [email protected]

- Advertisment -

Most Popular

Indonesia Menari 2019,  Ribuan Penari Tampil di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Indonesia Menari 2019 persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan 2.000 penari yang tampil serempak, Minggu (17/11/2019), di The Park Mall. Business and Marketing...

Begini Kronologis Penemuan Barang Diduga Sabu di Dekat Gudang Sampah Dukuh Pantirejo Desa Grogol Kecamatan Grogol Sukoharjo, Tidak Diduga Segini Beratnya

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah paket batang mencurigakan ditemukan di dekat gudang sampah plastik bekas di Dukuh Pantirejo, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Batang tersebut...

Fahri Hamzah Harus Akui, Keputusan Jokowi Menarik Prabowo Misterius, Ini Sebabnya    

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -- Mantan Wakil Ketua DPR RI dan pendiri Partai Gelora, Fahri Hamzah mengakui, keputudan Presiden Jokowi menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sebagai...

Branding Wonderful Indonesia, Hydro Coco Gelar Turnamen Futsal di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Hydro Coco yang merupakan mitra Co Branding Wonderful Indonesia menggelar turnamen futsal di Kota Solo. Turnamen bertajuk Hydro Coco Cup National Futsal...

Recent Comments