JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Video “Sumberlawang Panas”. Tiga Siswi SMK Pelita Bangsa Pemeran Video Nyatakan Bertobat dan Minta Maaf 

Tiga siswi SMK Pelita Bangsa Sumberlawang didampingi orangtua mereka saat melakukan rekaman permintaan maaf kepada masyarakat atas video Sumberlawang Panas yang mereka ciptakan Jumat (5/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tiga siswi SMK Pelita Bangsa Sumberlawang didampingi orangtua mereka saat melakukan rekaman permintaan maaf kepada masyarakat atas video Sumberlawang Panas yang mereka ciptakan Jumat (5/10/2018). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Beredarnya video berjudul “Sumberlawang Panas” yang memantik keprihatinan luas, akhirnya membuat tiga siswi pemeran di video itu bertobat. Saat disidang Polsek dan orangtua maupun Kasek, mereka menyatakan minta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Ketiga siswi SMK Pelita Bangsa itu menyampaikan permintaan maaf dan dibuat video juga. Dalam video pertobatan berdurasi 46 detik itu, ketiganya didampingi orangtua mereka.

Baca Juga :  Sereemm, Perangkat Desa di Tanon Sragen Pilih Mengisolasi Diri di Kuburan Usai Positif Rapid Test. Mengaku Tiap Malam Ditemani Suara-Suara Seperti Ini...

“Dengan beredarnya video yang membuat keresahan, kami menyatakan minta maaf kepada semua tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda pemudi Sumberlawang, pihak sekolah, bapak ibu guru dan teman semua. Kami tidak bermaksud mencemarkan nama baik Sumberlawang. Kami berjanji ke depan tidak akan melakukan perbuatan itu lagi. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujar salah satu siswi yang ditunjuk mewakili dua temannya.

Baca Juga :  Ketakutan, Penjual Warung Swike Masaran Sragen Langsung Masuk Rumah Saat Pergoki Puluhan Orang Berkumpul dan Merusak Tugu PSHT

Kapolsek Sumberlawang, AKP Suseno mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman menyampaikan ketiga siswi itu memang sudah menyampaikan permintaan maaf didampingi orangtua mereka. Ia berharap hal itu menjadi pembelajaran agar tidak sembarangan mengunggah konten yang bermuatan negatif di media sosial agar tidak terjerat UU ITE.

“Minggu depan kita agendakan untuk melakukan pembinaan ke semua siswa di sekolah tersebut,” tandasnya. Wardoyo