JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Cerita Perjuangan 6 Warga Karanganyar Lolos Dari Dahsyatnya Gempa- Tsunami Palu. Sempat Terpisah, Ngeri Lihat Penjarahan Di Mana-Mana

Ilustrasi pengungsi

FB IMG 1538744374501
Kondisi 6 warga Karanganyar saat dievakuasi menuju kepulangan ke Karanganyar dari Palu. Foto/Istimewa

 

KARANGANYAR- Enam warga Karanganyar yang selamat gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah Jumat (28/09/2018) lalu, berhasil kembali ke kampung halaman masing-masing. Sedangkan enam orang lainnya, masih bertahan di Palu.

Enam warga  yang pulang tersebut, masing-masing, Dwi Purnomo, warga Popongan Rt 02 Rw 01 Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Dwi Wijayanto, warga Gondang Berjo, RT 02 Rw 11 Desa Berjo, Ngargoyoso, Sugiyanto, warga Banjar  Rt 01 Rw 04 Desa Gerdu Karangpandan.

Kemudian Sutarno, warga Bulurejo Rt 02 Rw 08 Desa Karangpandan, Karangpandan, Apri Saryanto, Bulurejo Rt 02 Rw 08 Desa Karangpandan, Karangpandan,  serta Suwarto, Bulurejo Rt 02 Rw 15 Desa Karangpandan, Karangpandan.

Gempa dan Tsunami yang terjadi,  menyisahkan cerita pilu bagi enam warga Karanganyar yang selamat dari bencana alam ini.

Baca Juga :  Warga Khawatir, Diserang Nyamuk Demam Berdarah, Empat Warga Desa Ngringo Opname Serentak

Apri Saryanto, usai diterima bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (05/10/2018) mengungkapkan, pada saat gempa, dia bersama 12 rekan-rekannya, sedang melakukan persiapan untuk kerja lembur di salah satu perusahaan kontraktor perumahan di kota Palu.

Namun kerja lembur tersebut batal, karena keterbatasan air. Karena batal lembur, ke 12 warga Karanganyar ini kembai ke mess. Namun ditengah perjalanan, terjadi gempa yang cukup kuat.

Mereka kembali lagi ke mess, ditengah perjalanan akan kembali ke mes, ternyata jalan sudah hancur dan rumah roboh akibat gempa. Akhirnya mereka berlarian menyelamatkan diri dan terpencar.

“ Saat saya dan teman-teman menyelamatkan diri, dari daerah pantai sudah ada ribuan warga yang berlarian menyelamatkan diri. Saat itu warga berteriak jika air laut naik dan menerjang darat. Kami terus berlari menyelamatkan diri. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya kami sampai di daerah perbukitan. Suasananya sangat mengerikan mas. Semua hancur,” ungkapnya, Jumat (05/10/2018).

Baca Juga :  Kedung Angker Makan Korban! Saat Asyik Bermain, Pelajar SD Karangpandan Ini Tiba-tiba Ingin Mandi, Lalu Terpeleset dan Tewas  Tenggelam
FB IMG 1538768793934
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima kedatangan 6 warga yang pulang dan selamat dari musibah Palu. Foto/Istimewa

Di kawasan perbukitan ini, enam warga Karanganyar kembali bertemu, sedangkan enam lainnya terpisah. Informasi terakhir, menurut Apri, enam rekannya tersebut selamat dan saat ini masih berada di Palu.

“ Bersama warga lain, kami berada di perbukitan selama satu hari dengan segala keterbatasan. Selama berada di perbukitan tersebut, saya mencoba kontak dengan warga Karanganyar melalui media sosial, dan mendapat respon. Akhirnya temen-temen relawan Karangpandan, membelikan kami tiket pesawat dan langsung pulang ke Karanganyar,” ujarnya.

Apri juga menceritakan kondisi kota Palu dan sekitarnya pasca terjadinya gempa dan Tsunami. Penjarahan terjadi dimana-mana.

“ Kondisinya sangat kacau mas. Penjarahan dimana-mana. Saya sendiri miris melihatnya,” katanya. Wardoyo