JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Warga Ngargoyoso Demo Tolak Pemasangan Pipa PDAM Karanganyar. Warga Khawatir Matikan Air Perumahan 

Aksi warga Ngargoyoso demo tolak pipa PDAM. Foto/istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Aksi warga Ngargoyoso demo tolak pipa PDAM. Foto/istimewa

KARANGANYAR- Warga Dukuh Tlobo, Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan aksi penolakan pembangunan pipa PDAM Tirta Lawu, Selasa (16/10/2018). Mereka menolak karena khawatir pembangunan itu akan mematikan sumber air yang selama ini dijadikan andalan warga.

Aksi tersebut sempat menjadi sorotan publik dan direkam dalam video dan sempat viral di grup Facebook.

Menurut Kepala Desa Ngargoyoso, Prihadhi Utomo yang ikut dalam aksi, penolakan dilakukan karena rencana pipa air PDAM ditengarai akan mengambil sumber mata air Gumeng, Kecamatan Jenawi.

Baca Juga :  Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di MIM Mojogedang Karanganyar,

Selama ini, sumber mata air tersebut menjadi pemasok debit air ke rumah-rumah warga Desa.

”Intinya tidak boleh karena saat ini masa kekeringan di Desa Ngargoyoso dan memang kekurangan air,” kata Prihadi Utomo usai apel tiga pilar di GOR RM Said, Karanganyar, Rabu (17/10/2018).

Prihadi menguraikan warga dan manajemen PDAM saat ini melakukan mediasi usai aksi penolakan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Direktur PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar, Prihanto, mengatakan menerima keputusan warga.

Baca Juga :  Gugatan Pemindahan TPS Oleh PT Menara Santosa, Pemdes Blulukan Colomadu Diputus Bersalah dan Wajib Ganti Rugi Rp 205 Juta

Sebab, warga Dukuh Tlobo, kata Prihanto, memang lebih membutuhkan air dari sumber air tersebut.

“Tidak apa-apa karena warga Ngargoyoso, tepatnya Dukuh Tlobo memang membutuhkan air tersebut,” kata Prihanto.

Prihanto menjelaskan, PDAM Tirta Lawu awalnya hendak memasang pipa air yang lebih besar untuk mengganti pipa lama yang usang. Bukan untuk penambahan debit air.

“Dan air itu akan kita alirkan ke daerah pelayanan kerjo yang saat ini mengalami kekurangan (debit air),” kata Prihanto.

www.tribunnews.com