JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geregetan 3.000 Anak Tolak Diimunisasi, Bupati Karanganyar Minta Orangtua Buat Pernyataan 

Juliyatmono. JSNews/Yok
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Juliyatmono. JSNews/Yok

KARANGANYAR- Aksi penolakan imunisasi di tiga desa membuat Bupati Karanganyar, Juliyatmono berang. Kesal ada 3.000 anak yang tidak terimunasasi di tiga desa dengan alasan keyakinan, bupati menyerukan agar orangtua mereka membuat pernyataan tertulis.

Ditegaskan bupati, jika warga tetap menolak, maka diminta untuk membuat pernyataan tertulis, serta tidak menyalahkan pemerintah jika terjadi sesuatu.

“Jika memang tetap menolak, kami minta untuk membuat pernyataan tertulis. Jika terjadi sesuatu, maka jangan menyalahkan pemerintah. Tapi itu opsi terakhir. Kami tetap berupaya untuk meyakinkan masyarakat agar tidak perlu khawatir untuk melakukan imunisasi terhadap anak mereka,” paparnya Selasa (2/10/2018).

Baca Juga :  Kubu Kontra Kongres PSSI Karanganyar Datangi Kubu Pelaksana Kongres, Pertanyakan Keabsahan Pelaksana Tugas

Lebih lanjut, bupati meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir mengenai imunisasi yang saat ini mulai gencar dilakukan. Selain itu, menurut bupati, warga yang menolak melakukan imunisasi tersebut, karena bahan yang digunakan untuk pembuatan imunisasi tersebut, berasal dari barang haram.

“Saya minta untuk tidak perlu khawatir. Bahan untuk imunisasi ini sudah diuji  dan sudah diberikan fatwa halal. Bahan dan prosedur pembuatannya juga jelas. Untuk itu, saya meminta kepada warga, untuk kesehatan anak, segera lakukan imunisasi,” ujar bupati, usai memberikan pengarahan dalam seminar nasional pendidikan di pendopo rumah dinas, Selasa (2/10/2018).

Baca Juga :  Satu-Satunya di Karanganyar, SMA Ini Punya Kelas Unggulan 2 Tahun Lulus. Kasihan Murid Jenuh Kelamaan di Rumah, 432 Siswa Langsung Dimasukkan Untuk Ikuti Orientasi Sekolah

Bupati mengungkapkan, ada tiga desa yang melakukan penolakan imunisasi ini, masing-masing di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Desa Kalisoro dan Desa Blumbang yang berada di Kecamatan Tawangmangu. Bupati mengungkapkan, ada sekitar 3000 anak yang belum melakukan imunisasi di tiga desa ini.

“Ini yang perlu mendapat perhatian.Karena menapat penolakan yang cukup tinggi, saya seniri nanti yang akan terjun langsung untuk memberikan arahan. Saya minta untuk tidak khawatir. Yang dikhawatirkan tersebut juteru jika anak tidak diimunisasi. Hal ini akan berdampak bagi kesehatan mereka ke depannya,” terang bupati. Wardoyo