loading...
Loading...
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat bersama tokoh agama mendeklarasikan jaga kondusivitas pasca pembakaran bendera HTI di Garut. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengajak semua elemen masyarakat dan pemuka agama untuk tidak terprovokasi dengan kejadian pembakaran bendera HTI di Garut, Jabar. Sebaliknya, pucuk pimpinan Polres Sragen itu meminta semua tokoh mengendalikan diri dan menjaga kondusivitas Sragen.

Hal itu disampaikan Kapolres di hadapan semua tokoh agama yang dikumpulkan di Polres Sragen, Kamis (25/10/2018). Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan pertemuan dengan pemuka agama itu juga menjadi penanda di hari-hari terakhirnya bertugas sebelum menempati tugas baru sebagai Kapolres Jepara.

Baca Juga :  Boyong Semua Pejabat, UNS Teken MOU Kerjasama dengan Ndayu Park Sragen. Rektor Sebut Outbond November Bakal Jadi Malam Pertama 

“Tokoh yang hadir disini saya anggap berpengaruh di wilayah Sragen dalam satu ikatan ukhuwah islamiyah. Terlepas apapun yang terjadi di Garut kemudian mempunyai implikasi di semua daerah ternyata implikasinya dengan sesama muslim sehingga ini menjadi tugas terakhir saya di sini,” paparnya.

Terkait hal itu, ia memohon keikhlasanan semua tokoh dan pemuka agama di Sragen untuk membantu menjaga kondusivitas wilayah sragen. Sebab jika dihayati, semua kejadian itu sebenenarnya justru akan berdampak pada saudara sesama muslim.

Baca Juga :  Kisah Pilu 3 Rumah dan Harta Benda Ludes Dalam Sekejap, Wagiyem Langsung Syok Berat 

“Harapan besar bagi kami para tokoh disini menjadi tumpuan untuk menjaga kerukunan sesama umat muslim di Sragen,” urai Kapolres.

Dalam kesempatan itu, semua tokoh agama juga mendeklarasikan siap menjaga kondusivitas dan tidak akan terprovokasi kejadian Garut.

Kapolres berharap pernyataan dari tokoh – tokoh dapat meminimalisir ketegangan antar kelompok dan  berharap tokoh – tokoh Islam di Sragen dapat menyuarakan untuk mendinginkan situasi.

Baca Juga :  MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Sampaikan Salam Lintas Agama Saat Acara Resmi, Begini Penjelasannya

“Karena kalau tidak bisa mereduksi amarah – amarah nanti yang rugi kita sendiri. Dunia maya dan dunia nyata saat ini bedanya sangat tipis. Sehingga pemberitaan ataupun informasi yang tidak benar akan menyulut amarah bagaikan api yang membakar sehingga peran tokoh agama sangat penting dengan steatmen untuk menyejukan situasi,” tandasnya. Wardoyo

Loading...