loading...
Loading...
Tim Satgas TMMD saat bersama warga mengangkat jeriken air untuk pengecoran jalan di Sukorejo, Sambirejo, Kamis (18/10/2018). Foto /Wardoyo

 

SRAGEN- Program TMMD Reguler TA 2018 dengan sasaran pembangunan jalan tembus antar dukuh di Desa Sukorejo, Sambirejo dipastikan bakal bernilai tinggi untuk warga. Jalan sepanjang 1,2 kilometer yang dibuat dari pelebaran jalan setapak itu bakal menjadi penghubung utama Dukuh Segagan, Gempol, dan Sukorejo yang menawarkan segala kemudahan bagi warga.

Secara geografis letak Desa Sukorejo berlokasi di perbukitan yang dikelilingi pegunungan.

Dukuh Gempol dan Segagan yang letaknya di perbukitan selama ini memang bertopografi jalan terjal. Kehidupan warga juga dipenuhi perjuangan berat lantaran akses jalan belum memadai. Kehadiran jalan tembus yang dikerjakan dari proyek TMMD Reguler itu tak heran sangat dinantikan warga.

Suwarno (38) misalnya. Warga Dukuh Gempol RT 02 ini mengaku selama puluhan tahun, salah satu problem yang dihadapi warga adalah pasokan air. Di saat kemarau tiba, sumber air mengering dan untuk mendapatkannya, warga harus berjuang ekstra mencari di sungai yang jarakanya jauh.

Tiadanya akses jalan yang baik, membuat warga kerap dilanda kesulitan.

“Satu-satunya alternatif kalau kemarau begini, harus angkat dari kali (sungai),” paparnya.

Termasuk untuk menopang pengecoran jalan Segagan-Gempol Kamis (18/10/2018), Suwarno dan beberapa warga terpaksa harus bergantian mengambil air dari kali yang berjarak lumayan jauh. Meski begitu, mereka tetap semangat demi menuntaskan harapan baru akan hadirnya jalan tembus yang akan mengubah wajah akses di desa mereka.

“Enggak apa-apa harus kerja keras cari air jauh. Nanti kalau jalannya sudah jadi, toh warga juga yang menikmati. Justru kami sangat berterimakasih sama Bapak-bapak TNI yang sudah peduli mbangunkan jalan di desa kami dan ikut kerjabhakti juga. Karena jalan tembus ini nanti akan begitu berharga untuk warga memudahkan segalanya,” timpal Sunarto, warga Dukuh Segagan. Wardoyo

Loading...