loading...
Loading...
Ratusan jeriken milik warga di wilayah krisis air di Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang antri berderet menunggu kucuran droping dari Tim Rescue TAB, Selasa (23/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air bersih yang tak kunjung berakhir membuat warga di sejumlah wilayah kekeringan di Sragen makin menderita. Saat krisis air makin memuncak, warga di wilayah krisis kini tinggal menggantungkan harapan dari droping BPBD dan bantuan pihak ketiga.

Beruntung, sejumlah pihak masih menunjukkan kepeduliannya untuk membantu menyalurkan air bersih. Salah satunya, dermawan sekaligus pengusaha asal Gemolong, Tri Agus Bayuseno.

Pengusaha muda itu terus menunjukkan konsistensinya membantu air bersih ke warga melalui dua tim tanggap sosial yang dirintisnya yakni tim Rescue TAB dan tim TAB Peduli Sukowati. Selasa (23/10/2018), ada 10 tangki air bersih yang disalurkan ke dua lokasi terparah kekeringan di Jenar dan Sumberlawang.

Kepada Joglosemar, Bayu mengungkapkan droping di wilayah utara dipusatkan di Dukuh Wuluhadi, Ngepringan, Jenar. Droping di Jenar disalurkan lewat Tim TAB Peduli Sukowati.

Foto/Wardoyo

Sementara di Sumberlawang, droping disalurkan ke Dukuh Kowang, Ngargotirto sebanyak lima tangki. Penyaluran di Sumberlawang digelar oleh Tim Rescue TAB yang dipimpin Tison.

Baca Juga :  Hanya 15 Menit, Terjangan Angin Puting Beliung Sapu Desa Bulakan. Ada 37 Rumah Porak-Poranda 

“Hari ini tadi ada 10 tangki yang kita salurkan ke dua wilayah Jenar dan Sumberlawang. Sambutan warga sangat antusias karena memang saat ini sedang puncaknya kekeringan. Mereka hanya mengandalkan droping bahkan antrian jeriken dan wadah makin banyak,” ujar Tison, Selasa (23/10/2018).

Saking parahnya, 10 tangki yang disalurkan ke dua lokasi itu langsung diserbu warga dan ludes hanya dalam tempo kurang dari satu jam. Salah satu warga Kowang, Ngargotirto, Samiyem (52) mengaku sangat bersyukur bisa mendapat droping air TAB.

“Senang, sangat membantu kami. Sudah agak lama nggak ada droping. Kalau ada kadang enggak sampai masuk sini. Mau beli air juga sudah enggak kuat, satu fiber Rp 60.000 apalagi musim paceklik begini,” kata dia.

Foto/Wardoyo

Sementara, Tri Agus Bayuseno yang akrab disapa TAB itu menjelaskan droping itu merupakan kelanjutan progran rutin aksi tanggap sosial yang dirintisnya melalui TAB Peduli dan Rescue TAB. Selama kekeringan, sejak awal dua tim itu yang setiap pekan dikerahkan membantu menyalurkan air bersih ke wilayah kekeringan.

Baca Juga :  Geger Balita di Sukodono Ditemukan Tewas Mengambang di Kolam Ikan. Kedua Orangtua Langsung Histeris dan Syok Saat Lihat Jenasah Putranya 

“Ini murni aksi sosial yang sejak lama kami programkan. Sebagai warga yang lahir dan besar di Sragen, sudah barang tentu kita harus saling membantu warga yang membutuhkan bantuan. Sudah hampir empat bulan tim Rescue dan TAB Peduli kita terjunkan bersinergi dengan masyarakat untuk membantu droping,” paparnya.

Bayu yang dikenal dengan kesederhanaannya itu berharap apa yang dilakukannya dan timnya bisa meringankan beban masyarakat yang dilanda kekeringan.

“Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tukas pengusaha multi bisnis yang juga akan maju sebagai Caleg DPR RI Partai Hanura nomor urut 1 Dapil Sragen-Kra-Wonogiri itu.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono menyampaikan berdasarkan pemberitahuan resmi dari BMKG, kekeringan di Sragen diperkirakan masih akan berlangsung hingga medio November ini. Hujan perdana diprediksi akan turun tanggal 20 November mendatang. Karenanya pihaknya mengimbau masyarakat bisa hemat air. Wardoyo

 

Loading...