loading...
Loading...

KARANGANYAR- Pengungkapan sindikat peredaran uang palsu skala besar yang dilakukan Polres Karanganyar ternyata berawal dari hal sepele. Satu pelaku asal Karanganyar terdeteksi membeli HP dengan uang palsu di jembatan Flyover Palur yang kemudian menuntun pada lima tersangka lain.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, dalam gelar kasus, Senin (01/10/2018) mengatakan, terungkapnya kasus ini, bermula ketika ST melakukan transaksi pembelian HP di jembatan flyover pada Kamis (27/09/2018) seharga Rp1.700.000. Saat melakukan transaksi, menurut Kapolres, korban merasa curiga dengan uang hasil pembayaran HP yang dilakukan tersangka.

Karena curiga, korban lantas melaporkan kasus ini ke Polres Karanganyar.

“ Berdasarkan keterangan ST dan memastikan jika uang yang digunakan untuk transaksi tersebut palsu, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamanakan ST di rumah isterinya yang berada di Karangpandan pada hari Jumat (28/09/2018) dini hari.

Baca Juga :  Warga Seisi Kampung di Lereng Lawu Karanganyar Mendadak Kompak Matikan Listrik dan Beralih Nyalakan Lampu Thinthir 

Dijelaskan Kapolres, kepada penyidik, ST mengaku memperoleh uang yang diduga palsu tersebut berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah dilakukan pelacakan, Sat Reskrim mengamankan lima orang, masing-masing ASHP, DHN, BNHCPP, S serta HA, serta barang bukti berupa puluhan lembar mata uang asing, printer, laptop, kertas, mesin UV.Kelimanya diamanakan di salah satu rumah kos yang berada di Sidoarjo, Sabtu (29/09/2018).

“ Kami terus mengembangkan kasus ini, untuk mengungkap jaringan yang lebih luas lagi. Untuk sementara, tersangka yag diamankan ini, merupakan pengedar. Kami belum bisa memastikan, apakah mereka juga mencetak uang palsu ini atau tidak. Karena kami masih terus mendalaminya,” tegas Kapolres.

Polres Karanganyar membongkar sindikat pemalsuan uang skala besar dan beraksi linta provinsi. Sindikat itu digawangi enam pelaku dari beberapa daerah.

Baca Juga :  Curhat Korban First Travel Asal Karanganyar. Kecewa Putusan MA, Suti: Pak Presiden Tolong Bantu Kami!" 

Produksi uang palsu skala besar itu berpusat di Sidoarjo, Jawa Timur. Menariknya, tak hanya rupiah, jaringan ini juga memalsukan mata uang asing dari berbagai negara.

Enam tersangka yang dibekuk itu masing-masing ST (27) warga Karanganyar, ASHP (26) warga kota Surabaya, DHN (30) warga Jombang, BNHCPP (34) warga Ponorogo,S (41) warga Madiun, serta HA (48) warga Sidoarjo.

Selain mengamankan tersangka, Polres  juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 222 lembar dalam pecahan uang Rp100.000, serta ratusan mata uang asing dari berbagai negara.

Total ada 20 mata uang asing yang dipalsu mulai dari Dolar Amerika Serikat, Kanada, Hongkong, hingga mata uang Myanmar. Wardoyo

Loading...