JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Puluhan SDM Perusahaan Karanganyar Digembleng Sertifikasi Oleh Apindo. Ini Masalahnya! 

Ilustrasi pekerja di perusahaan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi pekerja di perusahaan

 

 

KARANGANYAR- Sebanyak 38 bagian sumber daya manusia (SDM) dari berbagai perusahaan yang ada di Karanganyar,  mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di BLK Disdagnakerkop & UKM, Sabtu (06/10/2018).

Pelatihan yang diadakan oleh  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karanganyar, bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi MSDM Brilliant Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, Waluyo Dwi Basuki mengatakan, dunia usaha perlu memahami pentingnya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan bersertifikasi. Sebab, persoalan SDM ini akan menentukan arah ke depan perusahaan.

Baca Juga :  Bersama Mbak Luluk, Darmadi Tokoh Pertanian asal Karanganyar Ungkap Temuan Spektakuler Cara Tanam Bawang Merah Bukan Lewat Umbi. Mbak Luluk Siap Bantu Pengembangan

Dalam mengelola perusahaan, menurut Dwi Basuki, sebagai SDM, harus bekerja secara profesional, sehingga dapat bertindak dengan cepat dan akurat dalam menangani berbagai persoalan yang ada di perusahaan. Untuk itu, diperlukan bagaian SDM yang memiliki sertifikasi.

“Semakin banyak SDM yang kompeten,   maka permasalahan yang ada di perusahaan makin berkurang. Karena bagian SDM dapat  bertindak dengan akurat dan cepat,” kata Dwi Basuki.

Baca Juga :  Drama Pengakuannya Bikin Geram, LBH Muhammadiyah Karanganyar Putuskan Siap Laporkan Oknum LSM ke Ranah Hukum Terkait Pemerasan Guru dan Kasek di 11 TK Aisyiyah

Dijelaskannya, jika seorang praktisi SDM sudah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka ia memiliki standard yang sudah bisa dipastikan keprofesionalannya.

”Produktivitas jadi terukur dengan benar dan pemilik modal juga tidak dirugikan. Kedepannya, pemerintah akan menerapkan bahwa setiap profesi harus memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing,” tandasnya. Wardoyo