loading...
Loading...
Tribunnews

GUNUNGKIDUL – Selama ini, keberadaan Embung Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keindahan embung di kawasan  gunung api purba itu indah dengan birunya air yang berada di puncak ketinggian tersebut.

Namun, saat ini, embung seluas sekitar 2.400 meter persegi itu kering.Pengelola Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko menyampaikan, embung yang selesai dibangun tahun 2013 lalu ini mengalami penyusutan air sejak tiga bulan terakhir.

Embung yang berfungsi sebagai cadangan air terus mengering karena hujan tak kunjung datang.

Baca Juga :  PN Yogyakarta Tutup Lapak PKL di Kawasan Gondomanan Yogyakarta, Pedagang Hanya Bisa Pasrah dan Ingin Bertemu Sri Sultan HB X

Situasi semakin parah karena sumber air di sekitar lokasi yang biasanya digunakan untuk mengisi air ke embung kini macet.

“Tidak ada airnya sama sekali sehingga kondisi embung tinggal lapisan geomembran yang berfungsi untuk menampung air,” kata Sugeng, Jumat (12/10/2018).

Habisnya air di embung karena dimanfaatkan oleh warga dan pengelola untuk mengairi ribuan tanaman durian dan kelengkeng yang ada di kebun buah Nglanggeran. Sebelum dilakukan penyedotan, warga telah bersepakat terkait hal ini.

Baca Juga :  Semua Rangkaian Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta Terbuka untuk Masyarakat Umum, Warga Antusias Saksikan Upacara Tumplak Wajik

“Kami optimalkan untuk pengairan kebun buah. Harapannya, ribuan batang pohon durian dan kelengkeng tahun ini bisa berbuah. Semoga bisa tercapai,” ucapnya.

Meski air di embung sudah mengering, Sugeng memastikan embung yang memiliki ketinggian 495 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih layak dikunjungi wisatawan karena kondisi kering bisa menjadi daya tarik sendiri.

“Pengunjung bisa melihat dan berfoto di dasaran embung. Tapi pesan kami harus dijaga sehingga kebersihan dan lokasi embung tidak rusak,” ucapnya.

Baca Juga :  120 Mobil VW Tampil di Jogja VW Festival 2019, Termasuk dari Jepang dan Belgia

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, salah satu fungsi utama dari Embung Nglanggeran untuk mengairi tanaman buah di kawasan tersebut.

“Embung tersebut digunakan untuk pengairan,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari BMKG, prediksi musim penghujan jatuh pada awal November 2018.

Hujan pertama kali turun di wilayah bagian utara Gunungkidul seperti di Gedangsari, Ngawen, Patuk, Semin Karangmojo, Wonosari bagian utara, Ponjong bagian utara dan Semanu bagian utara. #tribunnews

Loading...