loading...
Ilustrasi/tribunnews

INDIA – Di sebuah desa  di India bagian barat masih berkembang tradisi unik. Bagaimana tidak, bayi yang baru lahir dilemparkan dari ketinggian  25 meter. Wouw….

Selama 500 tahun, penduduk di India bagian barat melakukan tradisi tersebut. Namin sebel mendarat dari ketinggian, bayi akan ditahan dengan kain putih yang direntangkan dan dipegang oleh beberapa orang di bawahnya.

Mereka percaya dengan melakukan tradisi ini, maka kesehatan dan keberuntungan selalu menyertai sang bayi.

Loading...

Selama tradisi tersebut dilakukan, penduduk desa mengatakan bahwa tidak pernah ada bayi yang terluka.

Baca Juga :  Wouw, Anak Hiper Intelijen Yang Memukau, Lulus S1 Dalam Usia 9 Tahun. Berencana Lanjut S2 Sekaligus Kuliah Kedokteran

Para penduduk yang menyaksikan prosesnya sangat gembira melihat bayi-bayi tersebut menangis karena dijatuhkan.

Tradisi itu sudah biasa dilakukan oleh umat Muslim dan Hindu di desa Musti, Distrik Solapur, negara bagian Maharashtra.
Juga di beberapa tempat lain di desa-desa kecil saat berlangsung sebuah perayaan khusus.

Bagi para orangtua yang menginginkan bayinya ikut serta dalam acara tersebut, harus mengucap sumpah di hadapan Baba Sheikh Umar Saheb Dargah atau di depan kuil.

Baca Juga :  Pria Ini Tikam Mati Istrinya Karena Maniak Bintang Film Bollywood, Lalu Tewas Gantung Diri

Menurut cerita yang beredar, dulu ada seorang pendeta yang memberi nasihat kepada masyarakat.

Apabila ingin bayinya sembuh, maka harus membangun tempat suci dan menjatuhkan bayinya dari ketinggian.

Warga harus menunjukan mereka percaya kepada Tuhan. Mendengar nasihat tersebut, masyarakat mulai melakukan saran dari pendeta dengan melempar bayinya dari puncak tempat ibadah.
Sebuah selimut sudah disiapkan di bawah dan setelah sang bayi berhasil ditangkap, sang bayi sembuh.

Baca Juga :  Tak Puas Dengan 453 Tindikan di Tubuh dan Alat Vitalnya, Lelaki Ini pasang Dua Tanduk di Kepalanya, Wouw!

Tradisi dilakukan dengan harapan agar sang bayi selalu diberikan kesehatan dan keberuntungan.

Meski begitu, acara yang berlangsung satu tahun sekali ini mendapat kritik dari beberapa pihak yang mengatakan tradisi tersebut berbahaya.

Tradisi ini sempat dilarang oleh Komisi Perlindungan Anak India karena dianggap berbahaya bagi psikologis sang bayi.
Karena itu, pada 2009 tradisi ini dilarang pemerintah.

Meski sudah dilarang, tetapi faktanya tradisi itu masih dilakukan di wilayah kecil atau perdesaan. #tribunnews

Loading...