loading...
Loading...
Kegiatan non fisik program TMMD Reg ke-103 di wilayah Kodim 0725/Sragen berupa penyuluhan kesehatan lingkungan, dilaksanakan pada Rabu (24/10/2018) Foto: Wardoyo

SRAGEN – Kegiatan non fisik program TMMD Reg ke-103 di wilayah Kodim 0725/Sragen yang dilaksanakan pada Rabu (24/10/2018)   adalah penyuluhan kesehatan lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Kadipiro Sambirejo ini menghadirkan Tim penyuluh  Kesehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.

Dalam sambutannya kepala desa Kadipiro Wondo Edi Kuncoro (43 tahun) mengharapkan kepada seluruh warganya untuk dapat memahami dan mengaplikasikan tentang kesehatan lingkungan yang disampaikan  oleh Dr Kiki Dwi Nurjayanti perwakilan dari Dinas Kesehatan kabupaten Sragen.

Penyuluhan Kesehatan Lingkungan tersebut dihadiri oleh Babinsa sertu Sutarno, Babinkamtibmas, perangkat desa, serta 50 orang warga desa Kadipiro.

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

Menurut dr Kiki Dwi N,  warga harus bisa memahami kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan dapat diartikan sebagai suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologis dan dinamis antara manusia dan lingkungan agar mencapai kehidupan manusia yang sehat dan bahagia.

Kesehatan lingkungan meliputi penyedian air, pengolahan air buangan, pembuangan sampah, makanan sehat,  pengendalian pencemaran udara dan lain sebagainya.

Untuk pembuangan sampah  dibagi dua macam yaitu sampah basah dan sampah kering. Sampah kering dapat dikumpulkan menjadi satu dan dapat dibakar. Dan sampah kering tidak boleh dicampur dengan sampah basah tujuannya agar dapat diurai oleh cacing tanah dan dapat menyuburkan tanah.

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

Dr Kiki juga meminta kepada warga masyarakat agar membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Buang air besar di toliet atau jamban, kalau masih ada yang buang air besar disembarang tempat akan mengkibatkan datangnya berbagai penyakit.

Sebelum  penyuluhan kesehatan diakhiri, warga diberikan kesempatan bertanya.  Sutarno (32 tahun) warga desa Kadipiro menanyakan bagaimana cara mengatasi anak yang terkena penyakit diare. Dr Kiki menyampaikan penyakit diare ini sangat berkaitan dengan kesehatan likungan atau pola hidup sehat. Diare dapat dicegah dari kebersihan dan sanitasi pembuangan limbah dan kotoran manusia dan gaya hidup yang sehat ( biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air) serta minum air putih yang banyak dan menghindari makanan yang banyak mengandung gula.

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

Sutarno mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Ia berharap dikemudian hari ada sosialisasi rutin di balai desanya agar masyarakat semakin sadar untuk berperilaku hidup sehat.  Marwantoro S

 

Loading...