JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tentang Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid di Garut, Ma’ruf Amin: Tidak Perlulah Demo-demo, Serahkan Ke Polisi

Triawati
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Calon Wakil Presiden Nomor Satu, Ma’ruf Amin, foto bersama di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo, Rabu (24/10/2018). Foto: Triawati

SOLO- Calon Wakil Presiden Nomor Satu, Ma’ruf Amin menilai demo-demo tidak perlu dilakukan untuk menanggapi kasus pembakaran bendera dengan kalimat tauhid yang tengah ramai saat ini. Menurut Amin, sebaiknya masalah tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

Hal itu diungkapkannya saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo, Rabu (24/10/2018). Amin meminta kepada masyarakat supaya permasalahan tersebut jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

“Kita serahkan kepada pihak yang berwajib saja. Jangan sampai peristiwa ini menimbulkan kegaduhan yang besar. Kita serahkan kepada polisi apakah sesuai menurut agama. Sesuai aturan yang berlaku seperti apa. Kita percaya nanti polisi yang menyelesaikannya. Tidak perlulah demo-demo,” urainya.

Baca Juga :  Muchdi Pr Ambil Alih Partai Berkarya, Kubu Tommy Soeharto Tak Mau Terbawa Emosi

Dalam kesempatan yang sama, Amin juga menekankan pentingnya peran santri dan ulama dalam mengembangkan Negara Indonesia, serta pentingnya Pancasila.

“Tugas ulama juga bertanggung jawab pada keumatan. Tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Kita tidak ingin megara ini gaduh, maka kita harus ingat bahwa Pancasila itu adalah kesepakatan. UUD 1945 itu juga kesepakatan, yaitu kesepakatan pendiri bangsa. Pancasipa adalah titik temu untuk menyamakan pendapat dalam mendirikan NKRI. Dan NKRI harga mati,” paparnya.

Baca Juga :  Dukung Gibran, PSI Solo Siap Sumbang 15 Ribu Suara

Tidak lupa, Amin juga menyebutkan kecintaan Calon Presiden Jokowi terhadap ulama.

“Saya ini warga NU, sekarang dipilih Pak Jokowi menjadi Cawapres. Pak Jokowi bisa saja mengajak bukan santrai, atau bukan ulama atau bukan NU. Tapi Pak Jokowi mengambil saya yang seorang santri, kyai dan NU. Itu beradyi Pak Jokowi mencintai kyai, santri dan mencintai NU. Pak Jokowi tahu saya sudah tua, saya mengikuti saran para ulama supaya ikut ambil bagian berjuang melalui pemerintahan,” tandasnya. Triawati PP