loading...
Loading...
Ilustrasi kebocoran pipa

SRAGEN- Manajemen PDAM Sragen menyampaikan jaringan pipa induk dan pipa pelayanan di wilayah Sragen Kota terdeteksi sudah bocor. Kondisi pipa yang mayoritas sudah melewati usia teknis menjadi faktor pemicu kebocoran di beberapa titik.

“Saat ini kita lakukan penggantian jaringan pipa induk mulai dari selatan rel Alun-alun sampai ke bekas kantor kecamatan (sekarang BPBD). Karena usia pipanya sudah 37 tahun belum ganti. Sehingga banyak yang sering bocor. Seperti ada beberapa titik di depan kantor BKPP ada beberapa tempat yang bolong-bolong,” papar Dirut PDAM Sragen, Supardi, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya penggantian mendesak dilakukan lantaran pipa induk yang saat ini adalah pasangan tahun 1981. Sedangkan usia teknis pipa maksimal 25 tahun.

Usia pipa yang sudah kelewat tua itu membuat sambungan rubber menjadi aus sehingga rentan bocor. Saat ini, pihaknya mulai melakukan penggantian jaringan pipa induk sepanjang 360 meter di selatan rel hingga BPBD.

Baca Juga :  Kondisi Dunia Usaha Makin Lesu, Pimpinan Pabrik Tekstil di Sragen Ini Ungkit Kebijakan Penyelamatan Era Presiden Soeharto 

Penggantian itu merupakan langkah peremajaan sekaligus menekan kebocoran air. Penggantian saat ini juga kelanjutan dari peremajaan jaringan pipa di wilayah kota.

Di antaranya Jalan HOS Cokroaminoto hingga RA Kartini, Jalan Setia Budi dan beberapa ruas lainnya.

Sementara yang belum diganti di antaranya di wilayah Jalur Mojomulyo hingga Harmoni Beloran, Jalan Brigjen Karatso, depan Rumdin Wabup sampai tikungan Manding.

“Lalu Jalan Ahmad Yani dari Poltas sampai Radio Umum Cantel. Jalan Raya Sukowati dari Harmoni sampai Pom.Bensin timur. Pipanya yang dibutuhkan sekitar diameter 4 inch,” terangnya.

Supardi menguraikan jika dikalkulasi, total masih sekitar 4 kilometer pipa di wilayah kota yang butuh diganti. Namun keterbatasan anggaran terpaksa membuat penggantian harus bertahap.

Sebab untuk mengganti pipa 4 kilometer itu setidaknya membutuhkan anggaran hampir Rp 8 miliar lebih.

Baca Juga :  Dicokot Bandar Ganja Jakarta, Kalapas Sragen Curiga 20 Napi Kiriman Baru dari LP Cipinang

“Makanya kita pilih yang prioritas dulu di selatan rel. Karena di situ airnya tak selalu penuh. Pada saat puncak pemakaian kadang terjadi kosong karena suplai dan demand tidak seimbang,” imbuhnya.

Ditambahkan, jumlah pelanggan di wilayah kota yang meliputi Sragen,sebagian Karangmalang dan Kedawung mencapai 26.000 Sambungan Rumah (SR). Sementara total pelanggan di seluruh wilayah Sragen mencapai 63.000 SR. Wardoyo

 

Loading...