loading...
Loading...
Empat pasangan mesum yang terjaring razia pekat di Hotel SS Sragen diberikan pembinaan oleh Kabid Tranmas, Sujiyanto dan tim. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Selain di Hotel Martonegaran, tim Satpol PP Sragen juga menggelar razia di Hotel Surya Sukowati (SS) Sragen. Hasilnya, ada empat pasangan tak resmi yang dipergoki asyik berduaan di hotel tersebut.

Razia penyakit masyarakat (pekat) di Hotel SS itu menjadi kali pertama sejak berdirinya hotel itu beberapa tahun silam. Selama ini, hotel berlokasi di Sine, Sragen itu nyaris tak pernah tersentuh operasi aparat.

Baca Juga :  Berpotensi Sengit, Bakal Calon Pilkades 6 Desa di Kecamatan Tangen Terlibat CLBK.  Camat Ungkap Mayoritas Bakal Calon Masih Ada Masalah di Legalisir Ijazah 

“Hari ini tadi untuk pertama kali kita razia di Hotel Surya Sukowati. Hasilnya tadi ada empat pasangan tidak resmi. Yang tiga sudah berkeluarga semua. Yang satu pasangan, perempuannya masih kecil usia 20an tapi ngamar dengan pria sudah beristri,” papar Kadinas Satpol PP Sragen, Tasripin melalui Kabid Tranmas, Sujiyanto seusai memimpin razia.

Baca Juga :  Geger Pasangan Mesum Tertangkap Saat Bermesraan di Kamar Mandi Penginapan Obyek Wisata Terkenal di Wonosobo. Kelimpungan Saat Digelandang ke Polisi

Atas temuan itu, ia mengatakan keempat pasangan mesum itu dikumpulkan di lokasi hotel. Mereka kemudian diberikan pembinaan dan pengarahan bahwa yang mereka lakukan itu melanggar aturan serta berpotensi menimbulkan masalah keluarga.

“Mereka kita data dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kalau masih mengulangi, nanti akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Baca Juga :  Diminta Angkat Kaki oleh DPU-PR, Puluhan PKL Jalan Diponegoro Sragen Resah dan Galau 

Selesai dibina, semua pasangan itu kemudian dipersilakan pulang.

Menurut Sujiyanto, operasi serupa akan terus digelar secara rutin. Bahkan ia menegaskan operasi akan digelar ke semua hotel di Sragen tanpa terkecuali.

Hal itu dilakukan untuk menertibkan semua hotel dari praktik pasangan tal resmi.

“Juga untuk menekan tindak prostitusi maupun penyebaran kasus HIV/AIDS di Sragen,” tandasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...