loading...
Loading...

SUKOHARJO-Dalang kondang Ki Anom Suroto bersama putranya Ki Bayu Aji akan unjuk kebolehan dalam melakonkan wayang kulit di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (17/10/2018) malam mendatang.

Pementasan wayang kulit dalam rangka menyemarakkan harijadi atau milad ke 60 UMS tersebut juga akan menghadirkan Yati Pesek dan Bagong dari Ngesti Pandowo untuk menambah kemeriahan pentas wayang kulit tersebut.

Menurut Anam Sutopo, Sekretaris Panitia Milad UMS, pementasan wayang ini terbuka untuk umum. “Pentas wayang kulit semalam suntuk ini salah satu bentuk wujud syukuran kampus UMS atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Tontonan dan tuntunan lewat pentas wayang kulit ini kami persembahkan kepada masyarakat umum khususnya warga sekitar kampus. Semoga bisa dinikmati,” ungkapnya.

Yang menarik, lanjut Anam, pementasan wayang kulit ini juga akan ditonton para rektor dan pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah yang berjumlah 176 perguruan tinggi. “Mereka akan hadir ke Solo dan turut menonton pementasan ini. Kebetulan pada tanggal 18 Nopember bertepatan dengan kegiatan Milad Muhammadiyah yang dipusatkan di Kota Solo,” tambah Anam.

Apalagi lakon yang akan ditampilkan dalam pentas kali ini sesuai dengan kondisi dan kiprah Muhammadiyah saat ini. “Lakon yang akan dipentaskan adalah “Bimo Labuh”. Ini akan menceritakan bagaimana kiprah Muhammadiyah khususnya UMS terhadap bangsa Indonesia,” paparnya.

Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi menambahkan, pementasan wayang kulit dipilih karena sarat dengan tuntunan. Ini cara yang mudah untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat awam. “Selain itu banyak warga yang menagih agar saat Milad, UMS nanggap wayang lagi. Maka pentas wayang kulit ini dipersembahkan UMS kepada masyarakat,” katanya.

Sofyan Anif menambahkan, pihaknya sengaja memilih lakon “Bima Labuh” yang didalamnya juga bercerita tentang refleksi atas perjuangan organisasi Muhammadiyah di masyarakat. Muhammadiyah tidak pernah patah arang untuk selalu memajukan bangsa Indonesia. Dengan segala potensi yang dimiliki tak pernah lelah untuk berbakti untuk negeri. Bahkan, kadang muncul sorotan miring pun tidak pernah menyurutkan langkah Muhammadiyah untuk memberikan sumbangsih terbaiknya buat bangsa.

Menurut Anam, kolaborasi antara Anom Suroto dengan putranya Bayu Aji akan menyajikan tontonan wayang kulit yang berkualitas. “Anom Suroto memiliki kekuatan di artikulasi narasi cerita, sedangkan Bayu Aji memiliki kekuatan pada sabetan wayang. Masyarakat akan terihibur dengan pementasan ini,” paparnya.

Pementasan wayang kulit dalam rangkaian Milad 60 UMS itu juga akan mengundang para pejabat di wilayah eks Karesidenan Surakarta serta para Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). (Triawati Purwanto)

Iklan
Loading...