JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bawaslu Sragen Temukan 1.855 Calon Pemilih Tak Terdeteksi, 152 Nama Terdaftar Ganda 

Dwi Budi Prasetyo. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dwi Budi Prasetyo. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen menemukan sebanyak 1.855 calon pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Perbaikan (HP) 2 yang tidak terdeteksi alias invalid. Selain itu, ada 152 nama calon pemilih juga ditemukan ganda.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budi Prasetyo, Kamis (29/11/2018). Ia mengungkapkan dari hasil pencermatan yang dilakukan, Bawaslu menemukan ada data calon pemilih yang invalid dan nama ganda.

“Dalam pencermatan kami DPT HP 2 itu kita sudah merekomendasikan KPU untuk ditindaklanjuti. Surat rekomendasi sudah kita kirimkan hari Senin kemarin. Di dalam rekomendasi kami untuk KPU segera menindaklanjuti 1.855 dpt yang invalid dan 152 nama ganda tersebut,” paparnya.

Baca Juga :  Perusakan Marak, Semua Tugu Perguruan Silat di Sragen Bakal Dirobohkan. Kapolres Beri Waktu Sepekan

Budi menguraikan rekomendasi yang terkait 152 nama ganda itu sudah dilakukan untuk kali kedua. Pasalnya sebelumnya 152 nama ganda itu sebenarnya sudah masuk dalam rekomendasi DPT HP 1 yang dikirim Bawaslu ke ke KPU.

“Dulu itu sudah ada yang kita rekom, tapi masih muncul di DPT HP 2 hasil sinkronisasi. Ini kembali kita rekomendasi,” terangnya.

Menurutnya, nama ganda itu terjadi di lebih dari satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dikatakan, kewajiban KPU adalah memastikan nama ganda itu berada di hanya satu TPS.

“Jadi KPU harus menanyakan orang itu yang benar yang berada di TPS mana. Jadi KPU tidak serta-merta mencoret salah satu, tapi harus memastikan dia itu tinggal di mana,” jelas Budi.

Baca Juga :  Usai Melahirkan, Ibu Muda di Jenar Sragen Dinyatakan Positif Covid-19. Alhamdulillah, Bayinya Dinyatakan Negatif Saat Rapid Test

Terkait, adanya 1.855 yang dinyatakan invalid, Budi menyampaikan, terjadi lantaran pemilih yang terdaftar ternyata tidak terdeteksi sebagai warga Sragen.

Pihaknya meminta KPU bisa memastikan orang tersebut tinggal di lokasi yang sesuai dengan alamat yang tercantum dalam DPT HP. Sejumlah 1.855 invalid itu tersebar di 20 kecamatan Kabupaten Sragen dengan jumlah yang bervariasi.

“Ini nanti sebagai masukan ke KPU untuk menjadi DPT HP 3,” pungkasnya. Wardoyo